nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Pemukul Siswa SMA 12 Kota Bekasi Dinonaktifkan

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 12:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 338 2167800 guru-pemukul-siswa-sma-12-kota-bekasi-dinonaktifkan-euXFygD8z6.jpg Wakil Kepala Bidang Humas SMA 12 Bekasi Irnatiqoh (kanan). (Foto : Wisnu Yusep)

BEKASI – Guru berinisial I yang memukuli muridnya di SMA 12 Kota Bekasi akhirnya dinonaktifkan. Aksi pemukulan itu terjadi di lapangan SMAN 12 Bekasi pada Selasa 11 Februari 2020.

Sebanyak 172 siswa dihukum karena telat masuk sekolah. Lima di antaranya menjadi bulan-bulanan I lantaran tidak memakai ikat pinggang.

"Beliau (oknum guru berinisial I-red) sudah dinonaktifkan sebagai kesiswaan (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 12 Bekasi)," kata Wakil Kepala Bidang Humas SMA 12 Bekasi Irnatiqoh ketika ditemui di kantornya, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Bekasi, Rabu 12 Februari 2020.

Terlebih, pihaknya telah membuat Surat Keputusan (SK) Pembebastugasan I sebagai tenaga pendidik. Meski SK sudah diterbitkan, tetapi keputusan akhir ada di tangan kepala sekolah.

"SK-nya sudah dibuat, tinggal kepala sekolah menindaklanjuti," kata dia.

ilustrasi (Dok Okezone)

Irnatiqoh memandang, I adalah guru yang pandai dan disiplin. Namun demikian, I terkadang tak bisa mengontrol emosinya. "Beliau agak temperamen," kata dia.

Harus Ada Sanksi

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto angkat bicara menanggapi kekerasan yang dialami siswa oleh guru di SMAN 12 Bekasi. Tri mengaku, kekerasan yang dilakukan I pasti akan berujung pada sanksi.

"Kita buatkan berita acaranya diperiksa dan sebagainya. Tentunya pasti ada sanksi yang diberikan ya kalau memang itu ada satu sikap yang kurang baik yang dilakukan oleh oknum guru," kata Tri.

Meski begitu, lanjut Tri, pihaknya memaklumi dengan aturan sekolah tersebut, yang mewajibkan murid harus disiplin dan melengkapi atribut dalam bersekolah.

"Awalnya karena telat, karena terus disamping telat ada juga pemeriksaan atribut, pemeriksaan rambut, terkait dengan pemakaian celana, kan ada kewajibannya kan, harus ada bet, harus ada gesper, enggak boleh ininya (ujung celananya) terlalu pensil," kata Tri.


Baca Juga : Siswa SMA di Bekasi Dipukul Oknum Guru Gara-Gara Telat dan Tak Pakai Gesper

Pemkot Bekasi juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait penanganan kasus ini. Dia berharap agar kejadian serupa tak terulang lagi.


Baca Juga : Guru SMA di Bekasi yang Terekam Pukuli Muridnya Dikenal Temperamen

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini