nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Guru Pukul Siswa SMA di Bekasi yang Viral

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 338 2167925 kronologi-guru-pukul-siswa-sma-di-bekasi-yang-viral-NWkL00PGI6.png Tangkapan layar dari video yang diunggah akun Facebook Kartolo Wijanarko)

BEKASI - Aksi pemukulan guru berinisial I terhadap muridnya di SMA 12 Kota Bekasi, Jawa Barat mendadak viral di jagad maya. Aksi pemukulan itu terjadi di lapangan SMAN 12 Bekasi pada Selasa 11 Februari 2020.

Diungkapkan Staf Hubungan Masyarakat SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Tri Wahyuni, ketika peristiwa itu terjadi, sekolah sedang ada kegiatan tadarusan pada Selasa 11 Februari 2020. Kegiatan dimulai pukul 7.30 WIB.

Sementara gerbang sekolah ditutup pukul 06.30 WIB. Kemudian, ada siswa dan siswi datang terlambat. "Dan anak-anak sudah tahu kalau dia terlambat," kata dia, Rabu 12 Februari 2020.

Siswa dan siswi yang terlambat itu dibawa ke tengah-tengah lapangan. Lalu, para siswa itu ditinggalkan begitu saja olehnya. Diakui Tri, merasa kecolongan karena meninggalkan siswa dan siswi tersebut di tengah lapangan.

"Saya kemarin emang kecolongan, anak-anak saya bawa masuk ke lapangan. Pas di lapangan saya pilih, yang putra siapa yang mimpin, yang putri siapa yang mimpin. (Kebetulan red-) saya juga udah ada tamu sama orangtua siswa, saya baru tinggal, balik lagi mau ke ruangan saya sudah terjadi seperti itu," kata dia.

Baca Juga: Guru Pemukul Siswa SMA Bekasi Dinonaktifkan

Biasanya, lanjut dia, anak-anak yang terlambat sekolah hanya diberikan sebuah wejangan dan teguran, mengapa mereka bisa terlambat masuk sekolah.

"Kenapa sih kamu terlambat? Kalau terlambat itu kalian kehilangan dua jam pelajaran. Kadang-kadang kalau ditangani sama guru olahraga ya baris-berbaris di lapangan," katanya.

Ilustrasi

Menurut Tri, guru berinisial I itu juga biasa menangani siswa-siswa yang terlambat. Di mana, guru I ini memang membidangi kesiswaan.

"Cuma baru kejadian kemarin aja kebetulan ada anak yang menge-shoot itu, dan ada yang sudah keluar meng-upload itu ke media," katanya.

Gegara Pintu Belakang Dikunci 

Para siswa yang terlambat, menurut Wakil Kepala Bidang Humas SMA 12 Bekasi Irnatiqoh, sempat protes karena pintu akses masuk melalui pintu belakang sekolah ditutup. Hal itu menjadi cikal bakal mengapa anak-anak terlambat masuk sekolah.

"Nah, ada beberapa anak yang merasa tidak adil. "Pak yang lewat belakang pada lolos semua (dari hukuman)". Ya udah kita coba aksesnya ditutup dan sudah empat hari masa percobaannya," katanya.

Baca Juga: 3 Siswa Pelaku Bullying ke Siswi di Purworejo Ditetapkan Tersangka 

Dia menyadari, untuk masuk ke sekolah kalau melalui akses pintu masuk utama memang cenderung jauh jaraknya ketimbang lewat pintu belakang. Kekesalan guru I, kata Tri, mungking karena juga melihat siswa-sisiwa itu berleha-leha, padahal terlambat masuk ke sekolah.

"Mungkin beliau melihat anak-anak ada yang santai. Padahal, sudah tahu terlambat ada yang masih bergurau dan lain-lain, padahal sudah terlambat," kata dia.

Dipanggil Wakil Wali Kota

Atas video durasi 16 detik itu viral di jagad maya, akhirnya pihak sekolah, kata Irnatiqoh, dipanggil Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Namun, dirinya tidak menjelaskan perihal pembahasan yang dilakukan bersama Wakil Wali Kota itu.

"Kita kembali ke sekolah, kemudian kelima anak itu kita panggil, kita ajak ngobrol dari hati ke hati. Bukan kita membenarkan apa yang sudah dilakukan, tapi kita minta mereka untuk mencoba kalau kejadian ini apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami," kata dia.

Kebetulan, lanjut dia, anak-anak yang kena tampar oleh guru berinisial I ini kerap melakukan pelanggaran. Bahkan, dua di antaranya seharusnya dipanggil karena mereka bermasalah.

"Jadi, mereka mengakui juga, mereka salah jadi kesiswaan (guru I red-) itu ingin yang terbaik lah buat sekolah. Ah, cuma kemarin caranya yang kita tidak melakukan pembiaran seperti itu," katanya.

Menurut dia, I merupakan seorang guru yang pandai dan termasuk penulis buku terutama di bidang geografi dan sosiologi. "Cuma ada sisi kekurangan beliau agak tempramen," katanya.

Atas kejadian itu, lanjut dia, pihaknya langsung meminta maaf kepada para siswa yang dibogem oleh guru I. Mereka dipanggil, untuk menjelaskan mengapa peristiwa itu sampai terjadi.

"Kita panggil baik-baik. Kemudian, saya sampaikan juga kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kota Bekasi dan juga pihak guru-guru menyesalkan semua yang sudah terjadi dan mereka menerima," katanya.

Bahkan, katanya, pihak sekolah sempat menyampaikan bahwa "Nak kalau kalian pulang, bolehkah kami mengantarkan pulang. Kami ingin ketemu dengan orangtua kalian. Kalau orangtua kalian tahu pasti enggak terima, walau teman kami yang melakukan, tapi kita merasa kalian adalah mutiara orangtua kalian, kita juga enggak terima kalau anak-anak kita digitukan," kata dia.

Kemudian, kata dia, ada salah satu siswa yang dipukul guru I nyeletuk bilang. "Bu besok kan orangtua saya dipanggil sekalian aja besok. Kalau sekarang enggak usah ibu ke rumah untuk mengantarkan," katanya menirukan ucapan A.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini