Dinas Kebudayaan Sebut Ondel-Ondel Dipakai Ngamen Menyakiti Hati Orang Betawi

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 338 2168034 dinas-kebudayaan-sebut-ondel-ondel-dipakai-ngamen-menyakiti-hati-orang-betawi-yIg798C1BJ.jpg Ondel-ondel. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD DKI Jakarta akan merevisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi. Salah satu aturan yang akan diubah adalah dilarangnya ondel-ondel untuk mengamen di jalanan Ibu Kota.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Hendri Wardana menjelaskan, penggunaan ondel-ondel untuk mengemis itu akan menyakitkan hati warga Betawi. Pasalnya, aktivitas itu tak sesuai dengan nilai leluhur mereka.

“Ondel-ondel itu jelas kalau dibuat untuk mengamen atau mengemis, itu menyakitkan hati, melukai orang yang memiliki etnis Kebetawian termasuk saya,” kata Iwan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Ondel-ondel. (Foto : Okezone.com)

Iwan mengaku akan berkoordinasi dengan jajaran Satpol PP untuk menyosialisasikan pelarangan ondel-ondel untuk mengamen di jalanan.

“Apakah pengamen ditindak? Itu akan dirapatkan dengan Satpol PP hari ini,” ujarnya.

Menurut dia, dengan melarang ondel-ondel mengamen, upaya pihaknya untuk terus melestarikan budaya Betawi itu dapat terlaksana dengan baik. Sehingga, kehidupan para seniman dan keberadaan sanggar seni dapat terus terjaga.


Baca Juga : Ondel-Ondel Dilarang untuk Ngamen, Ridwan Saidi: Cari Makan Kok Dipersulit

“Memberi fasilitas kepada masyarakat bahwa upaya melestarikan kebudayaan Betawi itu merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Kebudayaan. Jadi, kami lebih mengintensifkan kegiatan yang bersifat memfasilitasi para seniman dan sanggar, bukan orang mengamen," katanya.


Baca Juga : Fakta Ondel-Ondel Betawi yang Digunakan untuk Mengamen

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini