nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Akan Tindak Tegas Ondel-Ondel yang Dipakai Ngamen

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 338 2168303 pemprov-dki-akan-tindak-tegas-ondel-ondel-yang-digunakan-untuk-mengamen-1qYy4AfX0h.jpeg Ondel-Ondel Betawi (foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindak penggunaan ondel-ondel untuk mengamen di jalanan Ibu Kota. Hal itu dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Pemprov DKI dengan para organisasi masyarakat (Ormas) asal Betawi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya telah mengdiskusikan dengan beberapa ormas Betawi seperti Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Barisan Jawara dan Pengacara (Bang Japar). Mereka setuju dengan adanya niat dari Pemprov DKI untuk merevisi Peraturan Daerah DKI nomor 4 tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi.

Baca Juga: Fakta Ondel-Ondel Betawi yang Digunakan untuk Mengamen 

Ilustrasi (foto: Okezone)

"Nantinya akan dilakukan pendataan atau inventarisasi sanggar-sanggar kesenian Kebudayaan betawi, pengrajin yang buat ondel-ondel itu," ujar Arifin saat dihubungi, Jumat (14/2/2020).

Ia menyebut, seluruh ormas Betawi menyepakati jika pemakaian ondel-ondel untuk mengemis di jalanan merupakan bentuk merendahkan salah satu ikon budaya Jakarta.

"Kita tidak menginginkan ondel-ondel yang merupakan ikon betawi itu direndahkan dalam bentuk kegiatan mengamen," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama belum terbit hasil revisi Peraturan Daerah DKI nomor 4 tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi, pihaknya akan menindak dengan menggunakan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Larangan untuk mengamen sudah diatur dalam perda 8 Tahun 2007 pasal 39-40, itu jelas sudah disebutkan larangan mengamen," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Hendri Wardana menjelaskan, penggunaan ondel-ondel untuk mengemis itu akan menyakitkan hati warga Betawi. Pasalnya, aktivitas itu tak sesuai dengan nilai leluhur mereka.

“Ondel-ondel itu jelas kalau dibuat untuk mengamen atau mengemis, itu menyakitkan hati, melukai orang yang memiliki etnis Kebetawian termasuk saya,” kata Iwan di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.

Baca Juga: Ondel-Ondel Dilarang untuk Ngamen, Ridwan Saidi: Cari Makan Kok Dipersulit


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini