nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 3 Pelaku Aborsi di Jakpus

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 18:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 338 2168615 polisi-tangkap-3-pelaku-aborsi-di-jakpus-335vzw2bKh.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (foto: Okezone)

JAKARTA- Polisi menangkap tiga pelaku yang melakukan kejahatan praktik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat (Jakpus). Mereka adalah, seorang dokter berinisial A, bidan berinisial RM, dan karyawan berinisial SI.

Berdasarkan informasi, Klinik ini sudah beroperasi selama 21 bulan. Dokter A yang lulusan sebuah Universitas di Sumatera Utara merupakan dokter yang belum memiliki spesialis bidang. Tersangka A ternyata pernah terjerat kasus serupa yang ditangani Polres Bekasi. Dia divonis 3 bulan penjara atas kasus ini.

Baca Juga: Hilangkan Jejak Usai Aborsi, Pemuda Sekap Pacarnya di Lemari Pakaian 

"Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website. Dia (A) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, Jumat (14/2/2020).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Menurut Yusri, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Untuk tersangka A, berperan membantu para pasien untuk menggugurkan janinnya.

Sedangkan tersangka RM, dia sebagai bidan dan berperan mempromosikan praktik klinik aborsi itu. Kemudian tersangka SI merupakan karyawan klinik aborsi ilegal itu. SI juga residivis kasus praktik aborsi ilegal.

"Dia yang mempromosikan melalui website, dia juga calo. Dia karyawan di klinik ini, karyawan untuk pendaftaran (pasien)," ujar Yusri.

Baca Juga: Sindikat Praktik Aborsi Antar-Kota di Jatim Dibongkar 

Dari operasi klinik itu, setidaknya sudah ada 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini