nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Minta Penjelasan Pemukulan Guru Terhadap Siswa di Bekasi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 19:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 338 2168628 kpai-minta-penjelasan-pemukulan-guru-terhadap-siswa-di-bekasi-cHUuFBS0zR.jpg SMA 12 Bekasi (Foto : Okezone.com/Wisnu)

BEKASI - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambangi SMA Negeri 12 Bekasi, yang sempat viral karena aksi pemukulan seorang guru terhadap siswanya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, kunjungan KPAI ke SMAN 12 ini bertujuan meminta penjelasan kepada Kepala Sekolah terkait dengan peristiwa pemukulan yang viral di jagad maya itu.

"Hari ini kami bertemu Kepsek, lalu tadi saya melihat TKP, kami meminta penjelasan, kronologi, kepada pihak sekolah terkait masalah yang terjadi," kata Retno ketika ditemui di SMAN 12 Bekasi, Jalan I Gusti Nugrah Rai, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (14/2/2020).

Dalam kunjungannya, pihaknya menanyakan kepada pihak sekolah mengenai perbuatan Guru I terhadap siswa-siswanya selama ini. "Apakah guru pelaku sudah lama melakukan pendisplinan-pendisplinan dengan cara kekerasan dan apakah ada masalah, kami coba melihat itu," kata Retno.

Bila memang Guru I selama ini memiliki pola mengajar seperti itu, Retno pun menyarankan agar Guru I menjalani pemeriksaan secara medis. Hal itu memastikan agar peristiwa-peristiwa pemukulan tidak terjadi lagi di dunia pendidikan.

"Kalau memang ada secara psikologi mungkin ada problem-problem, ya itu harus disembuhkan. Kalau tidak sependapat dengan anak (didiknya) ya (akan) melakukan kekerasan (itu akan terjadi lagi)," katanya.

Baca Juga : Kasus Jiwasraya Rugikan Negara Rp17 Triliun

Terlebih lagi, aksi pemukulan guru terhadap muridnya belakangan ini sering terjadi, karena bagaimana pun, pendisiplinan anak didik dengan cara kekerasan tidak bisa dibenarkan.

"Karena ini bukan kali pertama kan, walau tidak sering, tapi yang bersangkutan bukan yang pertama melakukan misalnya, pendisplinan dengan kekerasan kepada anak," kata dia.

Atas masalah tersebut, KPAI akan merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, agar menemukan titik terang menganai permasalahan kekerasan dalam dunia pendidikan yang belakangan ini marak terjadi.

"Jadi kami memang perlu bertemu dengan Pemprov Jabar untuk penyelesaian ini. Salah satunya adalah untuk kebaikan anak," katanya.

Bila memang nantinya ada proses hukum terhadap Guru I, KPAI tentunya sangat menghormati itu. Begitu pula, bila secara administrasi karena Guru I merupakan Aparatur Sipil Negera (ASN) diberi sanski, maka sanksinya adalah tidak lagi menghadapi anak-anak.

"Maka sebaiknya dia tidak ditempatkan lagi di sekolah berhubungan dengan anak-anak. Sehingga tidak lagi melakukan tindak kekerasan. Itu yang kami harapkan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini