nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Tangan Kosong Pedagang Kelontong Melawan 5 Perampok Bercelurit

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 14:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 15 338 2168935 aksi-tangan-kosong-pedagang-kelontong-melawan-5-perampok-bercelurit-Cx7MJNBfRE.png (Foto: Okezone.com/Wahyu M)

DEPOK – Warung kelontong yang buka 24 jam di Jalan Raya Kalimulya, Sukmajaya Depok, Jakarta Barat disatroni maling bercelurit, pada Kamis 13 Februari 2020 pukul 03.00 WIB. Penyerangan dilakukan oleh 5 pria bertopeng yang datang dengan dua motor matik.

"Mereka mau merampok uang, tapi yang didapat hanya telefon genggam punya saya. Mereka lihat kerena warung kami buka 24 jam berdagang kelontong. Kalau malam masih buka memang sepi, tapi ada saja pembelinya," kata Hadi Santoso (45), pemilik warung kepada wartawan di lokasi, Sabtu (15/2/2020).

Peristiwa nahas itu terjadi saat Hadi sedang menjaga warungnya. Tiba-tiba 5 pria berpenutup wajah sebo dan helm datang berboncengan menaiki dua motor. Layaknya pembeli mereka tepat berhenti di depan warung. Tanpa firasat buruk, Hadi keluar melayani.

Namun seketika, dua dari lima orang tersebut dengan cepat turun dari kendaraan. Keduanya menyerang secara membabi buta memakai senjata tajam jenis celurit.

"Saya kira mereka mau beli tapi malah serang saya pakai celurit. Dua orang menyerang, saya tahan pake tangan, Hampir putus jari manis dan kelingking, selain itu celurit mengenai bahu kiri saya. Beberapa gigi saya juga copot akibat berkelahi," ingat Hadi.

(Foto: Wahyu M/Okezone)

Hadi mengaku terus melawan dengan menggunakan tangan kosong meskipun darah sudah berlumur di badan dan tangan.

"Saya sempat berteriak minta tolong satu kali, sembari mencoba masuk ke dalam warung untuk mengambil senjata tajam punya saya untuk bela diri. Tapi enggak berhasil kerena saya jatuh. Terus istri (Riskiyani) bangun dan berteriak minta tolong," ucapnya.

Baca juga: Tim Gegana Sisir Perumahan Batan Indah yang Terpapar Radiasi Radioaktif

Sepertinya teriakan sang istri membuat sekawanan perampok panik, hingga mereka melarikan diri ke arah Bogor, Jawa Barat. Mereka pun hanya dapat menggasak handphone. "Saya dibawa tetangga ke klinik kemudian dirujuk ke RS Hermina Depok. Setelah dirawat sehari, saya pilih pulang dengan rawat jalan," tutup Hadi.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim Sadjab mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus perampokan. "Kami masih selidiki kasus ini, semoga tertangkap pelakunya," ucap Ibrahim saat dihubungi wartawan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini