Paparan Radiasi Radioaktif di Batan Indah Alami Penurunan

Hambali, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 338 2169279 paparan-radiasi-radioaktif-di-batan-indah-alami-penurunan-m3D2bQFpG4.jpg Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar saat Memberi Penjelasan Soal Paparan Radioaktif di Perumahan Batan Indah di Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Paparan radiasi dari limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), berangsur mengalami penurunan. Hal itu berlangsung sejak tim gabungan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan proses clean up atau pembersihan.

Paparan radiasi di area sekitar penemuan limbah radioaktif itu menurun menjadi 149 mikro sivet perjam. Lalu pada awal clean up Sabtu 15 Februari 2020 terus menurun menjadi 98,9 mikro sivet perjam.

Baca Juga: Petugas Angkut Material Terkontaminasi Radioaktif di Perumahan Batan 

Kemudian upaya clean up kembali dilakukan oleh sejumlah petugas pada Minggu (16/2/2020) pagi. Di mana tercatat sudah 39 drum berisi tanah yang terkontaminasi limbah radioaktif diangkut dan dibawa menuju laboratorium Batan.

"Setelah proses pengerukan selama 2 hari, sejak 12 dan 13 (februari) mengalami penurunan hingga menjadi 90-an mikro sivet perjam," terang Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar, kepada Okezone di lokasi.

Ttim Gabungan Bapeten dan Batan Melakukan Pembersihan Paparan Radiasi Radioaktif di Perumahan Batan Indah Alami (foto: Okezone/Hambali)	 

Dilanjutkan dia, masyarakat sekitar tak perlu khawatir karena paparan radiasi tersebut tak mengganggu kesehatan. Apalagi belakangan muncul opini liar yang menganggap perlu dilakukannya evakuasi terhadap warga.

"Sebenarnya kalau untuk evakuasi tidak perlu, karena major insiden ini terlokalisir di area ini saja. Jadi tidak akan meluas dan berpindah-pindah, ini hanya terlokalisir di area ini saja," jelasnya.

Menurut Qohhar, sebenarnya ambang batas paparan radiasi normal telah ditentukan yakni sebesar 1000 mikro siver per tahun. Walaupun seandainya sedikit melebihi angka itu dianggap wajar, asalkan tidak terus-menerus dilakukan selama 24 jam.

"Sudah ditetapkan dalam setahun 1000 mikro sivet. Artinya apa? sebenarnya boleh apabila kita berdiri di satu daerah, nilainya 1000 mikro sivet per jam laju paparannya, enggak masalah juga sebenarnya. Tapi waktunya hanya 1 jam, kemudian sisa di tahun berikutnya enggak boleh kena radiasi kan enggak mungkin," urainya.

Baca Juga: Radiasi Radioaktif di Tangsel Bukan dari Reaktor Nuklir 

Dia menambahkan, batas ambang normal paparan radiasi adalah 0,03 mikro sivet per jam. Guna mendekati angka itu, maka pihaknya berupaya mengangkut semua material yang terpapar radiasi limbah radioaktif yang tertanam di dalam tanah di bagian depan Perumahan Batan Indah.

"Maka nya tim kita akan terus mengangkut material ini nanti 10 centi kita gali lalu kita ukur ada penurunan atau tidak, berikutnya kita gali lagi 10 centi, sampai benar-benar paparan radiasinya di ambang batas normal," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini