Radiasi Radioaktif di Batan Indah Kejadian Pertama di Indonesia

Hambali, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 338 2169416 radiasi-radioaktif-di-batan-indah-kejadian-pertama-di-indonesia-H6KcMO1lw0.jpg Indra Gunawan memaparkan radiasi radiokatif di Perumahan Batan Indah. (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN – Kemunculan radiasi radioaktif di tengah pemukiman seperti terjadi di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan kejadian pertama kali di Indonesia.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan, mengatakan, radiasi yang ditimbulkan limbah radioaktif Cesium 137 belum pernah terjadi di Indonesia.

"Ini baru pertama kali karena tidak mungkin limbah mengandung cesium ada di pemukiman seperti ini," katanya kepada Okezone, Minggu (16/2/2020).

Meski begitu, pihaknya belum bisa menduga siapa yang membawa limbah radioaktif hingga tertanam di bagian depan perumahan. Dikatakannya, butuh investigasi mendalam dengan melibatkan kepolisian guna mencari tahu pemilik Cesium 137 itu.

"Dugaannya bisa macam-macam. Kami nanti masih berkordinasi dengan pihak Polri. Mulai dari hari ini kita sudah koordinasi," katanya.

Ia menjelaskan, berbagai industri yang menggunakan Cesium 137 telah terdata dan harus mendapat izin Bapeten. Namun untuk konteks Cesium di Perumahan Batan Indah, belum diketahui siapa penggunanya.


Baca Juga : Pemilik Cesium 137 yang Paparkan Radiasi Radioaktif di Batan Indah Masih Misteri

"Setiap pemanfaatan tenaga nuklir, salah satunya mungkin dari sekian banyak objek nuklir itu adalah Cesium 137, itu memang harus ada izin pemanfaatan dari Bapeten. Katakanlah dia ini dibuat di luar negeri, impor, ini izin dari kita, penggunaannya izin dari kita, transportnya pun izin dari Bapeten. Jadi keluar-masuknya itu tercatat," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini