nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi Bekasi Sebut WNI yang Dikarantina di Natuna Selalu Dibuat Bahagia

Wisnu Yusep, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 11:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 338 2169561 mahasiswi-bekasi-sebut-wni-yang-karantina-di-natuna-selalu-dibuat-bahagia-ncX9AbezyP.png Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bekasi, Sri Enny bersama Husnia (kanan), WNI yang selesai karantina di Natuna. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI – Husnia adalah mahasiswi asal Bekasi yang telah selesai menjalani observasi di Natuna. Keduanya harus dikarantina selama 14 hari pasca-evakuasi WNI dari Wuhan, China yang terserang virus korona (Covid-19).

Husnia mengaku kondisinya saat ini sehat, seperti sebelum dipulangkan dari Wuhan. "Sampai saat ini saya sehat. Saya sampai di rumah ini dengan sehat walafiat," kata Husnia, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya yang mendapat beasiswa bahasa Mandarin di Central China Normal University (CCNU) itu, Senin (17/2/2020).

Suasana haru dan hangat terlihat ketika Husna tiba di rumahnya di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabuapten Bekasi. Banyak Warga dan sanak saudara yang telah menanti kepulanganya.

Sama seperti keluarganya, sejumlah awak media pun banyak yang menanti wanita berkerudung itu. Husnia pun lantas bercerita masa soal pengalamannya dikarantina di Natuna.

(Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

Dia mengaku senang, terutama soal makanan. Pemerintah Indonesia disebutnya benar-benar memperhatikan semua kondisi WNI yang menjalani observasi.

"Kesannya saya sangat senang sekali, di Natuna kami makan-makanan yang teratur dan sehat, dan juga diawasi oleh TNI, dan Kemenkes serta dibuat bahagia," kata Husnia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, pemerintah mengobservasi 238 WNI dari Natuna untuk menghindari masuknya virus korona ke Indonesia. Setelah dicek, seluruh WNI tersebut dinyatakan sehat.

"Takut dikhawatirkan terjadi sesuatu, makanya dikarantina selama 14 hari. Selebihnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Sri Enny Mainiarti, yang turut mendampingi dua mahasiswi asal Bekasi sepulang dari Natuna, pada Sabtu 15 Februari 2020.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini