nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Modus Kekerasan Seksual Anak, Bermula Tawaran Menggiurkan di Medsos

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 17 Februari 2020 22:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 338 2169980 tren-modus-kekerasan-seksual-anak-bermula-tawaran-menggiurkan-di-medsos-ADF8gIylfW.jpg Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yanottama (Foto: Okezone/Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak hingga Februari 2020 sudah terdapat 15 kasus. Kepolisian pun perlu melakukan langkah antisipasi untuk menekan kejahatan itu.

"2020 baru memasuki bulan kedua, kami menangani 15 kasus. Sehingga kita perlu ancang-ancang terhadap tren peningkatan," kata Kepala Sub Direktorat Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yanottama di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Jakarta, Senin (17/2/2020).

Piter mengatakan, pada 2019 terdapat kekerasan seksual pada anak sebanyak 41 kasus. Jumlah tersebut terhitung menurun, jika dibandingkan dengan 2018 yang terdapat 63 kasus.

Baca Juga: Komnas PA Tegaskan Rantai Perbudakan Seks Anak Harus Diputus

Salah satu tren atau modus yang dilakukan oleh pelaku dalam melakukan aksinya, yaitu dengan menawarkan hal-hal yang menggiurkan melalui media sosial.

Ilustrasi Foto: Ist

Menurut Piter, biasanya pelaku menawarkan pekerjaan kepada orang-orang yang berasal dari desa untuk bekerja di Jakarta. Ketika sampai di Jakarta, anak-anak tersebut dieksploitasi secara seksual.

"Bagi anak-anak yang merasa mungkin latar belakang ekonominya kekurangan ingin bekerja baik dari luar kota, dari Subang dari Jarawang segala macam. Menemukan info loker, kemudian menghubungi admin di situ. Dari situ mereka kemudian berkomunikasi," paparnya.

"Di situ lah awal mula penyekapan terhadap anak itu. Kemudian, di bawah tekanan itu anak itu mau enggak mau kamu harus kerja. Kamu ke sini sudah dbiayain segala macam, sehingga menjadi utang. Kemudian, keluar aturan-aturan pekerjaan yang tadi disampaikan satu hari harus melayani," ujar Piter.

Baca Juga: Tukang Pijat di Wonosobo Lecehkan Anak Pelanggannya yang Masih SMP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini