nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hendak Tahlilan, HP ABG Dirampas 2 Sekawan di Pondok Aren

Hambali, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 02:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 338 2170011 hendak-tahlilan-hp-abg-dirampas-2-sekawan-di-pondok-aren-7pWTbQ1MUp.jpg Ilustrasi

TANGERANG SELATAN - Aksi pelaku penjambretan menyasar seorang Anak Baru Gede (ABG) yang hendak berangkat tahlilan di Jalan Bunder RT04 RW03, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Saat kejadian, korban yang diketahui berinisial MA (16) sedang bersama seorang temannya berinisial M (18) berjalan di lokasi itu pada Kamis tanggal 13 Februari 2020, sekira pukul 22.00 WIB.

Karena asyik bermain handphone, MA tak menyadari jika rupanya ada dua bandit berkendara sepeda motor yang mencari sasaran. Melihat ada target 'empuk', Dua sekawan masing-masing berinisial FCP (16) dan Dito langcumg tancap gas menghampiri.

"Tersangka FCP langsung mengambil handphone milik korban dari genggaman tangannya. Setelah berhasil mengambil handphone, kedua pelaku kabur," terang Kompol Afroni Sugiarto, KapolsekPondok Aren, kepada Okezone, Senin (17/2/2020)

Korban seketika berterak meminta pertolongan warga. Sebagian ada yang ikut memburu, sebagian lagi hanya terperanjat mendengar kegaduhan itu. Kebetulan juga, unit Reskrim Polsek Pondok Aren berada di lokasi, lantas dikejarlah kedua pelaku.

"Kebetulan anggota kita melintas, lalu terjadi kejar-kejaran. Tersangka yang dibonceng berhasil diitarik lalu terjatuh. Satu tersangka itu yang berhasil kita amankan dengan sejumlah barang bukti," ucapnya.

Pelaku yang tertangkap berinisial FCP. Polisi menemukan barang bukti di antaranya berupa seunit handphone. "Sedangkan seorang pelaku lainnya, Dito, berhasil kabur dan melarikan diri. Kini dalam pengejaran," jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, lalu dikantongilah alamat tinggal pelaku Dito. Tim selanjutnya bergegas menuju TKP di Ciledug, Tangerang Kota. Namun rupanya, Dito telah lebih dulu ambil langkah kaki seribu.

"Mereka berdua ini meresahkan, sudah menjadi jambret berkali-kali. kalau yang DPO itu tinggal menyusul, dan memang sudah kita ketahui keberadaannya," tukas Afroni.

Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap Dito. Atas perbuatannya, dua sekawan itu terancam pidana Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini