nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal Muasal Limbah Radioaktif Cesium 137 di Tangsel Masih Misteri

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 07:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 338 2170065 asal-muasal-limbah-radioaktif-cesium-137-di-tangsel-masih-misteri-n4rMBgQfGU.jpg

JAKARTA – Sejumlah lembaga terpaksa harus dilibatkan untuk mengungkap pemilik limbah radioaktif Cesium 137 di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Beberapa intitusi itu di antaranya adalah Mabes Polri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, Heru Umbara, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan keberadaan Cesium 137 di lokasi apakah karena kesengajaan atau ketidaksengajaan.

Hal itu harus melalui proses penyelidikan dan investigasi yang lebih mendalam untuk mencari tahu siapa pemiliknya.

"Nah, itu yang sedang dilakukan penyelidikan. Kita lihat ini ada teman-teman dari kepolisian, BIN, Gegana, kita benar-benar berkoordinasi, bagaimana kita bisa mencari tahu asal-muasal ini (Cesium 137)," kata Geru kepada Okezone, Senin 17 februari 2020.

Baca Juga: Radiasi Radioaktif di Batan Indah Kejadian Pertama di Indonesia

Dia memastikan, limbah radioaktif Cesium 137 bukan berasal dari fasilitas reaktor nuklir yang ada di kawasan Serpong. Dengan kata lain, keberadaan limbah radioaktif yang tertanam itu berasal pihak lain.

"Dugaan awal sedang diselidiki, yang jelas ini bukan berasal dari fasilitas nuklir yang ada di kawasan Serpong. Kita punya reaktor dan fasilitas nuklir lainnya. Nah, itu diyakinkan bukan dari peroperasian, terutama reaktor," ujarnya.

Saat ini, kata dia, untuk mengurangi paparan limbah radioaktif, pihaknya mengangkut 100 drum yang ada di lokasi. "Saat ini kita bersihkan tanah ataupun tanaman yang ada di tempat itu. Sekarang kita bawa 100 drum kosong. Semoga tidak hujan, karena faktor alam sangat mempengaruhi dan jika dilakukan saat hujan dapat membahayakan pekerja," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini