Resahkan Warga, Anggota Geng Motor Malehoy Ditangkap Polisi

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 18 Februari 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 338 2170398 resahkan-warga-anggota-geng-motor-malehoy-ditangkap-polisi-JQVt2P86uW.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap gerombolan geng motor Malehoy 913, yang menewaskan seorang pemuda, Alfi di Jalan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengatakan, tiga dari tujuh orang pelaku merupakan anak di bawah umur yang diamankan di Jalan Murday, Cempaka Putih, kemarin malam. Anggota geng motor Malehoy yang menyerang Geng Motor Apran Depok diketahui berinisial RM, AN, O, AY, AS, DJ, dan SP.

"Geng ini bermain di dua tempat yakni di Jalan Pramuka dan Jalan Cempaka Putih Barat," kata Heru kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Heru menuturkan, Geng Malehoy 913 ini didominasi anak baru gede, komplotan ini terbilang sangat brutal pasalnya jika melihat rombongan motor baik sesama geng maupun warga, mereka bakal menyerang tanpa ada rasa iba.

"Mereka memang mencari musuh kalau ada disikat sama mereka, mereka ini asal aja, memang meresahkan masyarakat," sambungnya.

Sebelum melakukan aksinya, kelompok ini melakukan survei terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan apakah ada petugas kepolisan atau tidak di lokasi yang ditentukannya untuk bentrok. Kemudian setelah survei di lapangan, kemudian para pelaku memantau media sosial.

"Para pelaku itu tau ada polisi atau tidaknya, kalau ada (aksi) mereka dibatalkan, ini ada komunikasi lewat media sosial. Janjian kapan pergi dan nongkrong," bebernya.

 Penangkapan

Saat terjadi keributan di dua lokasi. Aksi geng motor itu sempat terekam kemudian viral lantaran aksinya tergolong brutalnya. Akibatnya menewaskan seorang pemuda, Alfi dan beberapa pemuda lain terluka bacokan senjata tajam.

Setelah mendapatkan laolporan dari keluarga korban. Anggota Reserse Mobile (Resmob) Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyergapan di kawasan Cempaka Putih.

"Aksi mereka sempat viral. Tidak lama dari situ kita langsung melakukan penyergapan di beberapa lokasi yang tidak jauh dari dua lokasi kejadian," tuturnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam bakal dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

"Mereka dikenakan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini