nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wuhan Diisolasi, Mahasiswi Bekasi Ini Beli Kebutuhan Pokok dengan Harga Mahal

Wisnu Yusep, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 22:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 18 338 2170555 wuhan-diisolasi-mahasiswi-bekasi-ini-beli-kebutuhan-pokok-dengan-harga-mahal-JK5QBUXEbJ.png Mushela Cerentia menceritakan kehidupan di Wuhan ketika virus korona mulai menyebar. (Foto: Wisnu Yusep/Okezone)

BEKASI – Mushela Cerentia (19), mahasiswi Universitas Mercu Buana yang mendapat beasiswa kuliah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, mengatakan ketika lokasinya menimba ilmu itu terisolasi akibat virus korona atau Covid-19, sejumlah toko tidak ada yang buka.

Ia mengungkapkan, selama isolasi berlangsung ada juga toko-toko buka, namun tidak secara normal. Begitu juga dekat asrama kampusnya, hanya terdapat tiga toko makanan yang buka.

"Ada tiga toko terdekat, tapi dijadwal bukanya. Missal dia bukan jam 7 pagi, terus jam 12 siang sudah tutup," kata Mushela kepada wartawan, Senin 17 Februari 2020.

Penutupan sejumlah toko di wilayah dekat asramanya itu bukan karena pelarangan, melainkan stok makanan tersebut ludes terjual.

"Karena makanannya sudah abis. Beda-beba, ada yang buka siang, tapi persediaan seadanya," ujar dia.

Stok logistik yang terbatas, lanjut Mushela, juga membuat harga sejumlah kebutuhan pokok meroket. Harga sayuran misalnya, saat isolasi berlangsung naik menjadi dua kali lipat.

"Waktu itu saya beli beras, beli sayuran, telur, kentang, harganya lumayan naik dua kali lipat karena terbatas kan," ceritanya.

Terlebih, jelas Mushela, kabar evakuasi waktu belum ada kepastian kapan akan dilakukan. Dia pun memilih belanja persediaan makanan agar cukup untuk hidup satu minggu ke depan.

"Stok banyak, ada kira-kira satu minggu. Pokoknya beli makanan yang enggak mudah basi, kayak beras, telur, itu aku beli banyak," ujar dia.

Setelah menunggu begitu lama, Mushela mendapat kabar bahwa KBRI di Wuhan akan melakukan evakuasi. Hal itu membuat dia sangat senang.

Sebab selama terisolasi di Wuhan, pulang ke Tanah Air adalah satu-satunya yang paling didambakan.

"Senang banget pas tahu dievakuasi, karena pasti cuma itu kan dari awal yang diinginkan," ungkapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini