Sulitnya Cari Kerja di Jakarta Buat Geng Motor Makin Marak

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 338 2170628 sulitnya-cari-kerja-di-jakarta-buat-geng-motor-makin-marak-xjv2qU4G9E.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Fenomena geng motor yang belakangan ini kembali terjadi dan meresahkan masyarakat sungguh memprihatinkan.

Di mana, puluhan pemuda yang tergabung dengan geng motor bernama Malehoy 913 sampai menewaskan seorang pemuda, Alfi di Jalan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurut Sosiolog Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis penyebab munculnya geng motor karena kondisi sosial-ekonomi di Indonesia khususnya Jakarta yang tidak menentu.

Alhasil, sebagian masyarakat mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang dengan melakukan tindakan kriminal.

"Saya kira geng motor ini muncul terutama disebabkan kondisi sosial-ekonomi yang tidak menentu belakangan ini, karena kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan juga semakin tingginya biaya hidup," ujarnya kepada Okezone, Rabu (19/2/2020).

Baca Juga: Geng Motor Malehoy Gunakan Medsos untuk Menjaring Anggota Baru

Selain itu, lanjut dia, sulitnya mencari pekerjaan juga bisa menjadi salah satu faktor. Terlebih, bila bekerja pun mereka juga akan terbebani oleh masalah-masalah mahalnya harga kebutuhan pokok.

Banyaknya orang yang bernasib seperti itu membuat mereka mencari cara untuk menghilangkan stress dengan membuat kegaduhan di suatu tempat.

"Sehingga berkumpul dalam geng motor adalah cara mengurangi stress," ujarnya.

Setelah terkumpul anggota dalam jumlah yang banyak, kata dia, akhirnya mereka mulai menunjukkan eksistensinya di jalanan. Misalnya menjarah toko, mengambil paksa moto yang sedang melintas hingga nekat menghabisi nyawa orang yang tak bersalah.

"Hingga akhirnya yang paling berat adalah muncul korsa negatif berupa ritual pembuktian kekuatan geng dengan cara melakukan tindakan agresif penyerangan kepada orag tak dikenal," kata dia.

Seperti diketahui, anggota geng motor Malehoy yang menyerang Geng Motor Apran Depok diketahui berinisial RM, AN, O, AY, AS, DJ, dan SP. Kini, mereka telah ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam bakal dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini