nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Otaki Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin, Seorang Dosen Ditangkap Polisi

Sindonews, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 19:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 19 338 2171053 otaki-video-rekayasa-perkelahian-di-thamrin-seorang-dosen-ditangkap-polisi-VCCpIls6AM.jpg (Foto: Sindonews.com/Komaruddin Bagja)

JAKARTA - Polisi menangkap otak di balik rekayasa perkelahian di kawasan Sarinah, Jalan MH Tahmrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu 11 Januari 2020 lalu. Video perkelahian yang ternyata hoaks itu sempat viral di akun media sosial.

Pelaku berinisial FG (25) dan Y (21) sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks. FG ternyata seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengatakan, FG sengaja menyebarkan konten tersebut untuk menaikkan pamor akun media sosialnya. Motif pelaku ingin menunjukkan seakan-akan Jakarta tidak aman.

"Dia ingin membuat stigma seolah-olah Jakarta ini tidak aman dan rawan terjadi kejahatan," kata Heru kepada wartawan di kawasan Bundaran HI, Rabu (19/2/2020).

Pelaku sengaja mengincar lokasi perkelahian rekayasa di kawasan Jalan MH Thamrin, karena kawasan itu selalu ramai dan merupakan jantung ibu kota. "Dia ingin terlihat ramai saja, sehingga terjadi viral di media sosial," ujar Heru.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Video tersebut membuat masyarakat tak nyaman beraktifitas karena khawatir. "Ia ingin membuat seolah Thamrin, pusat ibu kota, ada kerusuhan, jadi orang enggak nyaman. Padahal enggak ada karena direkayasa, enggak ada perkelahian," ucapnya.

Heru menyebut ada dampak secara ekonomi akibat ulah para pelaku, terutama terhadap pekerja di kawasan Thamrin. "Dampak negatif pasti ada. Infonya penumpang Bajaj di seputaran Thamrin menjadi menurun," ujar Heru.

Hingga kini polisi masih menelusuri adanya aliran uang untuk salah satu akun viral. "Ada aliran uang Rp50 ribu. Ini lagi kami selidiki," tutup Heru.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini