nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadisdik Kota Bekasi Surati Gubernur Jabar, Minta Guru Pemukul Siswa SMAN 12 Dimutasi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 04:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 20 338 2171193 kadisdik-kota-bekasi-surati-gubernur-jabar-minta-guru-pemukul-siswa-sman-12-dimutasi-7bVN3cqBiQ.JPG SMAN 12 Kota Bekasi, Jawa Barat (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Inayatullah menyatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat permohonan mutasi terhadap guru pemukul siswa SMAN 12 Kota Bekasi. Surat tersebut dilayangkan kepada Gubernur Jawa Barat.

"Kami telah membuat surat ke Gubernur Jabar mengusulkan guru tersebut agar dimutasi ke daerah lain demi menjaga kondusivitas bagi guru yang bersangkutan dan juga siswa," kata dia kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu 19 Februari 2020.

Baca juga: Guru Pemukul Siswa SMA di Bekasi Sebut Tindakannya sebagai Kecelakaan

Menurutnya, kewenangan untuk memutasi seorang guru atau Aparatur Sipil Negara (ASN) ada di Provinsi Jabar, sehingga untuk menentukan nasib guru pemukul siswa di SMAN 12 Kota Bekasi pemprov yang memutuskan.

"Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi," kata dia.

Berhubung insiden pemukulan siswa oleh guru berada di wilayah Kota Bekasi, maka pihaknya memiliki tanggung jawab untuk membantu wilayah Kota Patriot ini tetap kondusif, terutama di dunia pendidikan Kota Bekasi.

Baca juga: Guru Pemukul Siswa SMA Kota Bekasi Belum Terima Surat Mutasi

"Karena insiden tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut membantu, karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi," kata dia.

Terlebih, kata dia, aksi pemukulan guru I kepada siswanya sangat tidak pantas, mengingat tugas dari seorang guru ialah mendidik dan menjadi pengayom bagi anak didiknya.

"Saat hari kejadian (guru I) dan Kepsek kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa dan orangtua murid supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia sudah mengakui kesalahannya," kata dia.

Dirinya berharap kejadian tersebut menjadi insiden terakhir di dunia pendidikan. Ke depan harus dibarengi juga pembinaan.

"Supaya ini jadi yang terakhir, jangan ada lagi tindakan kekerasan di dunia pendidikan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini