Tersangka Paedofil Mengaku Pernah Jadi Korban Pelecehan saat Kecil

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 338 2172163 tersangka-paedofil-mengaku-pernah-jadi-korban-pelecehan-saat-kecil-c7x0tjBkuD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tersangka kasus jaringan komunitas paedofil anak sesama jenis berinisial PS (44) mengaku pernah menjadi korban pelecehan oleh pamannya sendiri.

Diketahui sebelumnya, Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bersama The US Immigration and Customs Enforcement (US ICE) mengungkap jaringan komunitas paedofil anak sesama jenis di media sosial Twitter. Kasus tersebut terjadi di Jawa Timur.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, tersangka PP menjadi korban pelecehan seksual saat berumur 5 hingga 8 tahun.

"Jadi tersangka melakukan ini, pertama tersangka pernah dicabuli ketika berumur 5-8 tahun oleh pamannya sendiri. Sekarang pamannya sudah meninggal," kata Argo saat konfrensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (21/2/2020).

Pelaku kata Argo, juga kerap menonton konten video pronografi anak bersama satu komunitas paedofilnya di media sosial twitter. Akibatnya hal itu menjadi stimulus sehingga pelaku melakukan perbuatan penyimpangan seksual terhadap anak-anak seperti yang dilakukan pamannya.

"Karena dia (tersangka) punya penyimpangan, akhirnya kebiasaan meliat konten pornografi dan tersangka ini akhirnya memaksa anak didiknya melakukan pelecehan seksual," ungkapnya.

Dalam kasus ini polisi mengamankan PS yang merupakan penjaga sekolah di Jawa Timur. Ia juga sekaligus seorang guru ekstrakulikulier silat dan pramuka. Status tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menjerat anak-anak muridnya di sekolah untuk dijadikan korban dengan melakukan pelecehan seksual dan melakukan tindak kekerasan.

Baca Juga : KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, Ini Kata Mahfud MD

Baca Juga : Dittipidsiber Bareskrim Polri Ungkap Komunitas Paedofil Anak di Media Sosial

"Ada sekitar 7 orang anak yang jadi korban yang diakui (tersangka). (Para korban) berumur 6-15 tahun mereka di cabuli dan di sodomi," kata Argo.

Adapun tersangka sendiri disangka dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak dan atau tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak dan atau tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan menyebarkan konten pornografi anak melalui media elektronik.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini