nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taman Ismail Marzuki Memiliki Berbagai Macam Sejarah yang Melahirkan Seni

Alfina Nuraini, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 14:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 22 338 2172512 taman-ismail-marzuki-memiliki-berbagai-macam-sejarah-yang-melahirkan-seni-ZBASUrFEyS.jpg Taman Ismail Marzuki (TIM)/ foto: Okezone.com/Alfina

JAKARTA - Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki biasa disebut Taman Ismail Marzuki (TIM), merupakan pusat kesenian dan budaya yang berlokasi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Di lokasi ini juga terletak Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Planetarium Jakarta.

Berdasarkan pantauan Okezone, terlihat TIM sedang dilakukan proses revitalisasi untuk bisa tetap modern dan relevan. Perbaikan tersebut diharapkan akan membawa Jakarta menjadi pusat kesenian dan budaya di Asia. Revitalisasi TIM dimulai pada tahun 2019 yang akan dilakukan selama dua tahun.

Dibangun di atas areal tanah seluas 9 hektare. Pembangunan TIM diresmikan oleh Gubernur Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, Jenderal Marinir Ali Sadikin, pada 10 November 1968.

 Baca juga: Pro-Kontra Revitalisasi TIM, Ridwan Saidi Sarankan Pemprov DKI Lakukan Ini

Mengingat puluhan tahun yang lalu para seniman Jakarta mengeluhkan kurangnya fasilitas penyaluran bakat kesenian kreatif ibu kota

 tim

Mengetahui hal ini, Ali Sadikin menanggapi keluhan tersebut pada tahun 1968. Keinginan para seniman dengan tujuan yang selaras ingin menjadikan kota jakarta sebagai kota budaya.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Ali Sadikin mengutus tujuh orang seniman yang terdiri dari Mochtar Lubis, Asrul Sani, Usmar Ismail, Rudy Pirngadi, Zulharman Said, D Djajakusuma, dan Gajus Siagian, sebagai formatur Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

 Baca juga: Ketua DPRD DKI Dipanggil Komisi X DPR Terkait Revitalisasi TIM

Ditunjuknya tujuh seniman ini dengan tujuan untuk mengelola Pusat Kesenian Jakarta. Selain itu, mereka diminta oleh Ali Sadikin untuk membuat sebuah sebuah kegiatan seni yang dapat diperlihatkan kepada khalayak luas.

Karena itu, Ali Sadikin membangun Pusat Kesenian Jakarta yang kemudian berganti nama menjadi Taman Ismail Marzuki (TMI) yang dibangun di atas tanah seluas sembilan hekatare. Diketahui, sebelumnya menjadi bangunan Kebun Binatang.

Diketahui, revitalisasi TIM dibangun oleh arsitek ternama, Isandra Matin atau Andra Matin. Ia merupakan arsitek yang membangun Bandara Banyuwangi dengan konsep green airport.

“Revitalisasi berlangsung dalam beberapa tahap. Diantaranya, membuat bangunan baru untuk merelokasi sementara semua kegiatan. Kemudian, bangunan lama akan dipugar. Seperti mengubah lahan parkir menjadi taman, dan memindahkan tempat parkir ke bawah (basement) bangunan yang baru,” kata salah satu pekerja proyek revitalisasi TIM, Baskara saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (22/2/2020).

Bangunan teater Jakarta dan Planetarium tetap dipertahankan karena termasuk bangunan bersejarah dan dan masih berfungsi baik. Interior akan tetap di pertahankan, namun eksteriornya menyesuaikan desain baru.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini