nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Rendam RSCM, Tim Damkar dan Pasukan Oranye Sedot Genangan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 13:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 23 338 2172842 banjir-rendam-rscm-tim-damkar-dan-pasukan-oranye-sedot-genangan-ZRY4VKyPzz.jpg Mobil damkar dikerahkan ke RSCM Jakarta bantu tangani banjir (Okezone.com/Fadel)

JAKARTA – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan tim dan mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menyedot banjir yang merendam Ruang Radiologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

"Untuk nyedot air di ruangan Radiologi," kata seorang petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta saat ditemui Okezone di RSCM, Minggu (23/2/2020).

Petugas yang minta tak dituliskan namanya itu mengatakan, ketinggian air di Ruangan Radiologi RSCM itu masih setinggi lutut orang dewasa. "Masih setinggi dengkul," ujarnya.

Menurutnya alat penyedot air yang dimiliki oleh RSCM tak mampu menyedot genangan banjir, sehingga meminta bantuan Gulkarmat untuk menanganinya. "Tadi katanya alat di sini jebol," katanya.banjir rscm

Selain tim Gulkarmat, di RSCM kini juga sudah ada petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye dari Keluharan Kenari. Mereka diterjunkan lengkap dengan sapu lidi dan serokan untuk membantu pembersihan sisa banjir dan lumpur di area RSCM.

Baca juga: RSCM Jakarta Kebanjiran, Beberapa Alat Medis Terendam hingga Rusak

Sementara petugas keamanan RSCM menjaga ruangan yang diduga masih tergenang. Mereka berupaya menutupi genangan itu dari sorotan wartawan.

“Tunggu di depan saja,” kata seorang sekuriti meminta Okezone agar tidak mengakses untuk mengambil gambar ruangan yang masih tergenang.

Sementara Kepala Bagian Pemasaran RSCM, Ananto saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, banjir di RSCM sudah selesai ditangani.

Padahal petugas Gulkarmat dan PPSU kini masih berupaya menyedot banjir di rumah sakit pemerintah itu.

"Sekarang sudah selesai. Saya enggak tahu ketinggiannya berapa, karena sedang tidak ada di lapangan," kata dia di ujung telepon.

Namun, saat ditanya beberapa alat medis yang dikabarkan rusak akibat terkena banjir, Ananto langsung mengakhiri percakapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini