Batan Tunggu Keterangan Polisi Terkait Dugaan Temuan Lagi Zat Radioaktif

Hambali, Okezone · Senin 24 Februari 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 338 2173477 zat-radioaktif-diduga-kembali-ditemukan-di-rumah-warga-perum-batan-indah-tangsel-X6zdcsBhqK.jpg Rumah yang diduga terdapat zat radioaktif (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Zat radioaktif diduga kembali ditemukan di rumah warga yang terletak di Blok A Nomor 22, RT20 RW04, Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Rumah itu pun kini diberi garis polisi.

Pantauan Okezone, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan hingga ke dalam rumah. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi apakah penemuan zat radioaktif di rumah warga berkaitan dengan adanya limbah radioaktif di taman bagian depan perumahan tersebut.

Paparan radioaktif itu diduga disebabkan adanya kelalaian petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang melakukan pembersihan di kawasan reaktor nuklir, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020)

"Saya belum bisa bicara banyak, belum dapat laporannya. Nanti biarkan pihak kepolisian yang memberikan keterangan," ucap Purnomo, Humas Batan kepada wartawan di lokasi.

Besaran radioaktif nuklir di rumah itu diduga sudah melewati batas normal bagi manusia, yakni di atas 1 mili sievert. Meski demikian, masih belum ada keterangan dari Batan ataupun Bapeten.

Rumah

Baca Juga: Ini Tindakan Setelah Pembersihan Area Terpapar Radioaktif di Tangsel Rampung

Informasi adanya temuan paparan radioaktif ini sendiri, diduga dari pengembangan pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan. Sayangnya, polisi yang berada di lokasi tak mau sedikitpun memberikan keterangan.

Warga sekitar, Maya, menyebutkan jika rumah yang diberi garis polisi itu ditinggali oleh pasangan suami-isteri bernama Suhaedi dan Sumarni. Mereka tinggal sudah sejak lama, dengan memiliki 4 orang anak.

"Anaknya ada empat orang. Ada tiga yang sudah menikah. Satunya belum. Setahu saya dia Suhaedi, bukan kerja di Puspiptek (Serpong) tapi di Pasar Jumat, kantoran," terangnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini