Tol Jakarta-Cikampek Banjir, tapi Masih Bisa Dilintasi

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 25 Februari 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 338 2174067 tol-jakarta-cikampek-banjir-tapi-masih-bisa-dilintasi-waX0MzFtAf.jpg Banjir di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM08 (foto: Okezone/Wisnu Yusep)

BEKASI - Tol Jakarta-Cikampek (Tol Japek) tergenang akibat banjir yang terjadi pada Selasa (25/2/2020) pagi hingga petang. Banjir merendam enam titik Tol Japek, baik arah Jakarta maupun Cikampek.

"Arah Cikampek di kilometer 08 terdapat di seluruh lajur, namun masih dilintasi seluruh jenis kendaraan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keteranganya.

Baca Juga: 4 Penyebab Banjir di Bekasi, Ini Faktor Utamanya 

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Jasa Marga, genangan air terlihat di kilometer 19 dan 34 arah Cikampek. Sementara untuk arah Jakarta, titik yang terendam berada di kilometer 34.

Meski terendam, akses jalan tersebut masih bisa dilalui seluruh lajurnya. Sedangkan di kilometer 19 terdapat genangan sehingga pengguna jalan hanya dapat melintasi dengan menggunakan lajur tiga dan lajur empat.

Kemudian, genangan serupa juga terdapat di kilometer 08 Jatibening. Genangan tersebut terdapat di seluruh lajur dan hanya dapat dilintasi kendaraan besar.

Pengguna jalan dengan kendaraan kecil dari arah Cikunir, Kota Bekasi arah Jakarta diimbau untuk mengambil jalur alternatif lainnya seperti Jalan Tol JORR.

Baca Juga: BMKG Sebut Jakarta Masih Dihantui Hujan Petir hingga Maret 

Gerbang Tol Cikunir 4 arah Jatiasih ditutup sementara karena terdapat genangan dan arus dialihkan menuju Kalimalang. Gerbang tol lainnya yang turut ditutup akibat banjir, yakni Bekasi Barat 2 dan Pondok Gede Timur.

"Untuk memastikan kondisi jalan tetap aman bagi pengguna jalan, saat ini petugas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek tengah menyiagakan rambu serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan dan mengantisipasi genangan air," kata Dwimawan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini