nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tembak Rekannya Sesama Polisi, Brigadir Rangga Divonis 13 Tahun Penjara

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 21:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 26 338 2174684 tembak-rekannya-sesama-polisi-brigadir-rangga-divonis-13-tahun-penjara-dQtLYmWfqQ.jpg PN Depok Memvonis Brigadir Rangga dengan Hukuman 13 Tahun Penjara karena Dianggap Terbukti Menembak Rekannya Sesama Polisi di Polsek Cimanggis (foto: Okezone/Wahyu Muntinanto)

DEPOK - Brigadir Rangga Tianto divonis 13 tahun penjara dalam kasus penembakan terhadap rekannya sesama polisi, Bripka Rahmat Efendy di Ruang SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polsek Cimanggis Kota Depok.

Dalam pembacaan amar putusan, Hakim Ketua Yuanne Marietta menyatakan terdakwa terbukti bersalah menghilangkan nyawa orang lain, sehingga didakwa dengan dakwaan subsidaritas pasal 338 KUHPidana. Bukanlah pembunuhan berencana sesuai dakwaan primer pasal 340 KUHPidana.

Baca Juga: Tembak Rekannya di Polsek Cimanggis, Briptu Rangga Tianto Terancam Hukuman Mati 

"Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 13 tahun dan terdakwa agar tetap ditahan," ucap Yuanne, Rabu (26/2/2020).

Situasi di Polsek Cimanggis Pasca Penembakan Bripka Rahmat Efendi oleh Briptu Rangga Tianto (foto: Okezone/Wahyu Muntinanto) 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan, majelis hakim berpendapat serta berkeyakinan bahwa terdakwa Brigadir Rangga Tianto melakukan penembakan terhadap korban Bripka Rahmat Efendy secara spontinitas dengan emosi yang tinggi.

"Menimbang bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan serta atas penuntutan pidana yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, Majelis Hakim menyatakan membebaskan terdakwa dari dakwaan primer pasal 340 KUHPidana," tuturnya.

Adapun barang bukti yang sah dalam perkara ini hingga berakibat korban Bripka Rahmat Effendi meninggal dunia di tempat yaitu satu pucuk senpi jenis HS 9, 6 butir peluru, satu buah magasin, satu Hp merk siomi, dua buah proyektil yg diambil dari tubuh korban.

"Dalam visum evetpertum terdapat luka pada leher, perut, dada yang robek di bagian paru akibat luka tembak yang menyebabkan pendarahan, luka pada tungkai, perut dan bokong akibat benda tumpul," sambung Yuanne.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Roji Juliantono menuntut terdakwa selama 13 tahun penjara karena bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.

"Setelah diperiksa seluruh keterangan dan alat bukti terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan memenuhi unsur pasal susider Pasal 338 KUHPidana dengan hukuman 13 tahun penjara," pungkasnya.

Peristiwa itu berawal pada Kamis, 25 Juli 2019 sekitar pukul 20.30 Wib datang keluarga terdakwa yaitu saksi Rheiza Aditya Pratama yang meminta tolong kepada salah satu keluarga dari anggota polri yakni terdakwa Rangga Tianto jika Muhamad Fahrul Zahri tertangkap membawa celurit saat ingin tawuran.

Baca Juga: Penembakan Bripka Rachmat Berawal dari Lapangan Kosong Ini 

Setelah itu terdakwa Rangga Tianto yang berdinas di Ditpolair Mabes Polri membawa atau mengambil senjata api jenis HS 9 miliknya yang kemudian diselipkan di sebelah kanan pinggang bagian kanan, dimana sebelumnya senjata tersebut disimpan di atas lemari dikamar tidur. Selanjutnya terdakwa bergegas pergi keluar menggunakan Sepeda motor terdakwa bersama Reza menuju Polsek Cimanggis.

Sekira pukul 20.45 WIB terdakwa sampai di Polsek Cimanggis dan memarkirkan motor di luar depan pintu gerbang Polsek Cimanggis, kemudian terdakwa masuk ke ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis dan saksi Rheiza menunggu diluar Polsek Cimanggis.

Setelah Terdakwa masuk di ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis tersebut, di dalam ruangan tersebut terdakwa melihat dari ruang tunggu SPKT Polsek Cimanggis sudah ada pelaku tawuran Fahrul, saksi Adhi Bowo Saputro kepala SPKAT dan korban Rahmat Efendy di Ruangan SPKT Polsek Cimanggis.

Kemudian terdakwa bertemu dan bersalaman dengan saksi Zulkarnain (Bapak Fahrul) dan saksi Zulkarnain menceritakan terkait peristiwa yang dialami oleh Muhamad Fahrul Zahri yang ditangkap membawa Celurit yang diduga hendak melakukan tawuran.

Terdakwa pun meminta kepada kepala SPKT Ipda Adhi Wibowo agar kasus tawuran yang dilakukan ponakanya tidak diperpanjang dan keluarga akan membina. Namun korban Bripka Rahmat Efendy yang beedinas di Ditlantas Polda Metro Jaya menjawab dengan nada keras kepada terdakwa dan berkata "Kamu siapa, saya yang menangkap saya sedang tungguin laporanya terdakwa menjawab mohon izin dengan siapa saya bicara, korban Bripka Rahmat menjawab, "Saya yang pegang Jatijajar sudah kamu keluar saja, junior saja kamu nanti saya laporkan kamu nanti saya yang laporkan kamu."

Selanjutnya terdakwa keluar ruang SPKT Polsek Cimanggis dan terdakwa berdiri kemudian berjalan kurang lebih 3 langkah keluar terdakwa mencabut senjata api pistol yang diselipkan dipinggang sebelah kanan terdakwa dan berbalik ke kiri sambil mengokang dan menodongkan senjata api warna hitam dengan genggaman tangan kanan yang bersangkutan mengarahkan senjata api jenis pistol HS 9 warna hitam tersebut ke arah korban Rahmat Efendi.

Mendapat 7 kali tembakan membuat korban Rahmat Efendi jatuh ke lantai, setelah itu terdakwa langsung diamankan oleh para saksi yang masih menggenggam senjata api di tangan kanannya tersebut kemudian terdakwa dibawa masuk ke dalam ruang Kanit Sabhara yang posisinya berada di depan ruang SPK Polsek Cimanggis dan selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini