nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Bisa Lakukan 4 Langkah Ini

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 08:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 338 2174766 antisipasi-banjir-pemprov-dki-bisa-lakukan-4-langkah-ini-cMAnCWISCc.jpg Banjir di Jakarta (Okezone.com/Dede)

JAKARTA – Jakarta kini jadi langganan banjir. Minimnya wilayah resapan membuah daerah ini kerap tergenang saat hujan deras mengguyur. Lalu, apa yang harus dilakukan Pemprov DKI dalam menangani dan mengantisipasi banjir?

Pakar mitigasi bencana dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno mengatakan, Pemprov DKI bisa melakukan beberapa upaya.

Pertama hal yang bisa dilakukan adalah mengelola air dari hulu Jakarta seperti membuat lubang resapan biopori, sumur resapan, hingga embung.

"Karena itu kepentingan DKI Jakarta maka DKI harus berkontribusi dalam pengelolaan itu, mulai dari pembuatan biopori, sumur resapan, sampai embung itu bisa mengurangi berapa persen," kata Eko kepada Okezone, Kamis (27/2/2020).

 banjir

Banjir di Jakarta (Okezone.com/Heru)

Kedua, Pemprov DKI juga bisa memanfaatkan gedung di Jakarta sebagai penyimpanan air sementara.

"Gedung-gedung itu kan bisa (digunakan) yang isinya tempat parkir mobil bisa dijadikan tempat penyimpanan air, nah dibuat (dimanfaatkan) engga itu? itu dari urusan mencegah banjir di permukaan," terangnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Banjir Jakarta, Istana Kepresidenan Tergenang hingga 3.565 Warga Mengungsi

Ketiga, memitigas dengan cara menyimpan air dengan membuat kantong-kantong air di bawah permukaan juga bisa dilakukan.

Keempat, menyiapkan sistem saluran air seperti sungai, yang cukup dalam menampung air, sehingga saat air melintasi saluran tidak tumpah keluar dan menyebabkan banjir.

"Apakah sistem sungai memadai untuk menampung air, sehingga tidak tumpah kan harus diurus itu, jadi jangan ada air tunpah dari hulu ke hilir," bebernya.

"Kalau air sudah tumpah maka harus ada pompa yang dimobilisir untuk mengurangi air. Kalau air laut tinggi juga butuh tanggul," sambungnya.

Semua itu apabila dijalankan oleh Pemprov DKI, maka potensi banjir di Jakarta dinilai bisa diminimalisasi. Pun halnya jika tetap banjir bisa diatasi dengan cepat.

"Banjir yang ada enggak akan lama, air enggak akan dibiarkan menyerap dan mengalir secara alamiah," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini