nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakar Mitigasi Bencana Nilai Penanggulangan Banjir di Jakarta Belum Efektif

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 338 2174802 pakar-mitigasi-bencana-nilai-penanggulangan-banjir-di-jakarta-belum-efektif-KPPtOvfds3.jpg Banjir Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menilai banjir yang terjadi di DKI Jakarta akibat penanggulangan yang kurang efektif. Penanggulangan banjir itu meliputi dua hal, baik dari segi pencegahan mitigasi, hingga penanganan darurat.

"Kalau kejadian bencana banjir itu ada maka kita boleh sebut kegiatan mulai pencegahan mitigasi, penanganan darurat itu belum efektif," kata Eko saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (27/2/2020).

Kata Eko, efektivitas dalam memitigasi bencana maupun penanganan ketika sudah terjadi bencana itu sendiri bisa dilihat dari upaya apa saja yang telah dilakukan. Jika upaya tersebut tidak dilakukan maka tak heran jika banjir terjadi.

"Artinya, bahwa kita bisa cek ada ga upaya pencegahan, apa yang sudah dilakukan untuk mencegah, apa yang sudah dilakukan untuk memitigasi, dan apa yang dilakukan untuk siap siaga," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Bisa Lakukan 4 Langkah Ini

Banjir Jakarta Foto: Ist

Menurut Eko, cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta khususnya tidak bisa dijadikan alasan, sebab pemerintah seharusnya sudah bisa memperhitungkan risiko bencana yang akan terjadi.

"Namanya siap siaga yang dibangun itu disesuaikan dengan potensi resiko ke depannya seperti apa, enggak boleh terbesit karena musim hujan deras justru itu kita harus siapkan. Kita kan enggak pernah hitung risikonya seperti apa dan apa upaya untuk menguranginya," jelas Eko.

"Pertanyaannya apa sudah dilakukan baik untuk mengurangi risiko itu. Seberapa besar kita mengurangi risiko? ya sebesar potensi bencana itu. Misal potensi risiko banjir 3 meter kalau kita bisa upaya kita mengurangi sampai semeter," sambungnya.

Eko menganggap wajar jika banyak masyarakat yang membandingkan upaya antara gubernur saat ini dengan sebelumnya. Sebab, publik melihat apakah upaya penanganan itu sudah dilakukan secara maksimal atau belum.

"Wajar artinya ada upaya yang dilakukan sampe targetnya seberapa. Sekarang banjirnya seberapa tapi upaya tidak dilakukan setinggi itu," ujarnya.

Baca Juga: Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Halim Absen, DPR Tunda Rapat Bahas Banjir

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini