nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Drainase Jadi Kata Kunci Penanggulangan Banjir

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 18:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 338 2175165 pembangunan-drainase-jadi-kata-kunci-penanggulangan-banjir-eF5Zz0UiLi.jpg Banjir di Kota Bekasi (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI - Dari awal tahun 2020, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sudah disuguhkan dengan banjir. Kini banjir pun kembali merendam puluhan ribu pemukiman warga.

Di Kota Bekasi saja terdapat sebanyak 16.174 kepala keluarga atau 48.732 jiwa. Sementara di Kabupaten Bekasi terdapat 4.889 kepala keluarga atau 11.357 jiwa menjadi korban banjir pada Selasa 25 Februari 2020.

Kedua wilayah ini menjadi tempat terparah atas banjir yang menerjang pada Selasa 25 Februari 2020 dan pada awal tahun 2020 silam.

Menyoroti hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat menganggap, adanya sejumlah pembangunan nasional menjadi penyumpang terbesar banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Warga Terdampak Banjir di Bekasi Capai Puluhan Ribu Jiwa

Pasalnya, pembangunan yang terjadi di Bekasi tidak mengindahkan drainase, sehingga bila hujan tiba saluran air yang seharunya tersedia malah tersumbat karena adanya pengerjaan infrastruktur.

Ke depan, Pemerintah Provinsi maupun Kota/Kabupaten harus benar-benar memperhatikan saluran air, akibat adanya pembangunan secara nasional.

"(Pemerintah) harus melakukan pendataan drainase yang tidak berfungsi di walayah kota maupun kabupaten," kata Manajer Advokasi Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang ketika dihubungi Okezone, Kamis (27/2/2020).

Banjir Bekasi

Hal itu, kata dia, perlu dilakukan agar masalah banjir yang kerap terjadi tidak terulang lagi. Terlebih, pemerintah setempat maupun Provinsi Jawa Barat belum melakukan upaya mitigasi bencana secara kongkret. Terutama kepada daerah-daerah rawan banjir dan longsor.

"Belum ada upaya mitigasi yang kongkret, menentukan daerah-daerah rawan banjir dan tanggul-tanggul yang di duga kualitasnya sudah tidak baik," ujar dia.

Mitigasi atau menentukan daerah rawan dan mendata tanggul-tanggul yang kualitasnya sudah tidak baik itu sangat penting, sehingga bisa terdeteksi bila musim penghujan tiba.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini