119.268 Jiwa Terdampak Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 338 2175390 119-268-jiwa-terdampak-banjir-di-jakarta-dan-sekitarnya-lun2GKtxBn.jpg Banjir di Jakarta (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Banjir melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Karawang. Hingga Kamis 27 Februari 2020 sekira pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat ada 44.579 Kepala Keluarga (KK) atau 119.268 jiwa yang terdampak.

"Jumlah warga terdampak di wilayah Jabodetabek dan Kabupaten Karawang sebanyak 44.579 KK (119.268 jiwa)," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.

Adapun titik pengungsian warga terbanyak di ada wilayah Jakarta Timur dengan 36 titik. Kemudian, Jakarta Utara 26 titik, Karawang 11, Jakarta Barat 8, Kota Tangerang 3, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dengan masing-masing 2 titik.

Baca Juga: Soal Banjir di Jakarta, Sekda Saefullah: Dinikmati Saja

Infografis dampak banjir

Jumlah warga mengungsi di titik pengungsian Jakarta sebanyak 12.608 KK atau 45.861 jiwa. Jumlah terbanyak teridentifikasi di Jakarta Timur dengan 7.496 KK atau 27.429 jiwa.

"Sedangkan di wilayah Karawang sebanyak 3.591 KK atau 12.740 jiwa). Untuk data korban jiwa sebanyak 9 orang," katanya. 

Pantauan di lapangan, genangan banjir masih terjadi dengan ketinggian beragam. Di wilayah Kabupaten Bekasi, ketinggian air antara 20 – 150 cm, Kabupaten Tangerang 42 – 168 cm, Kota Tangerang 20 – 130 cm, dan Karawang 150 cm. Wilayah lain seperti di DKI Jakarta, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan telah surut.

Sementara itu, terkait dengan peringatan dini cuaca BMKG menginformasikan potensi cuaca berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir pada dua hari ke depan. Wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain Jabodetabek dan Jawa Barat.

Potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh siklon tropis Ferdinand yang teridentifikasi muncul di Samudera Hindia, sebelah selatan Bali, yang diprediksi melemah dan bergerak ke arah barat-barat daya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini