BNPB: Ada 88 Titik Pengungsian Banjir di Jabodetabek dan Karawang

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 338 2175452 bnpb-ada-88-titik-pengungsian-banjir-di-jabodetabek-dan-karawang-KOh529dYsg.jpg Banjir Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan ada 88 titik pengungsian di wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Karawang hingga Kamis 27 Februari 2020 sekira pukul 18.00 WIB. Titik pengungsian warga terbanyak di wilayah Jakarta Timur dengan 36 titik.

"Selain di Jakarta Timur, titik pengungsian juga berada di Jakarta Utara 26 titik, Karawang 11, Jakarta Barat 8, Kota Tangerang 3, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dengan masing-masing 2 titik," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.

Baca Juga: PDIP Sesalkan Pernyataan Sekda DKI soal Warga Diminta Nikmati Banjir

Hingga Kamis kemarin, genangan banjir masih menggenangi sejumlah titik, di antaranya wilayah Kabupaten Bekasi, ketinggian air antara 20 – 150 cm, Kabupaten Tangerang 42 – 168 cm, Kota Tangerang 20 – 130 cm, dan Karawang 150 cm.

"Wilayah lain seperti di DKI Jakarta, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan telah surut," ujarnya.

Infografis dampak banjir

Agus menuturkan, peringatan dini cuaca BMKG menginformasikan potensi cuaca berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir pada dua hari ke depan. Wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh siklon tropis Ferdinand yang teridentifikasi muncul di Samudera Hindia, sebelah selatan Bali, yang diprediksi melemah dan bergerak ke arah barat-barat daya," ujarnya.

Baca Juga: Perlu Mitigasi Konkret untuk Tuntaskan Masalah Banjir

Warga yang terdampak banjir di Jabodetabek dan Karawang ada 44.579 Kepala Keluarga (KK) atau 119.268 jiwa. Jumlah warga mengungsi di titik pengungsian Jakarta sebanyak 12.608 KK atau 45.861 jiwa. Jumlah terbanyak teridentifikasi di Jakarta Timur dengan 7.496 KK atau 27.429 jiwa.

Sedangkan di wilayah Karawang sebanyak 3.591 KK atau 12.740 jiwa. Sementara data korban jiwa sebanyak 9 orang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini