nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

495 Ruas Jalan di Jakarta Rusak Pasca-Banjir

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 14:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 28 338 2175554 490-ruas-jalan-di-jakarta-rusak-pasca-banjir-65GsezCmdf.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Banjir yang menggenangi kawasan Jakarta beberapa hari terakhir sudah berangsur surut. Namun, pascabanjir surut, justru menimbulkan masalah baru, yakni jalan rusak. Pemandangan itu akan selalu dijumpai pengendara motor dan mobil yang melintas di wilayah Ibu Kota.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pihaknya mencatat selama banjir pada Februari ini tercatat ada 495 ruas jalan yang mengalami kerusakan yang tersebar di seluruh kawasan. Dari total 495 jalan itu terhitung ada 3.290 lubang di jalanan akibat terkikis genangan air.

Ia menjelaskan, Jakarta Pusat ada 119 Jalan rusak dengan jumlah lubang sebanyak 471; Jakarta Utara 61 Jalan rusak dengan jumlah titik berlubang 457; Jakarta Barat ada 178 Jalan rusak dengan titik lubang sebanyak 1525; Jakarta Selatan ada 100 dengan titik jalan rusak sebanyak 534 dan Jakarta Timur ada 37 Jalan rusak dengan jumlah titik berlubang sebanyak 303.

"Jakarta Timur, Pusat dan Barat sebagian besar sudah di tindak lanjuti. Namun, Jakarta Utara dan Selatan masih terus dikerjakan," kata Hari Nugroho saat dihubungi, Jumat (28/2/2020).

Ia menyebut, dalam memperbaiki jalanan yang berlubang pihaknya menerapkan sistem tambal sulam terlebih dahulu. Hal tersebut karena melihat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Infografis Banjir Jakarta

"Semua langsung kita perbaiki dengan cold mix. Bahkan kami juga lakukan perbaikan pada jalan yang mengalami sedikit cekungan," ujarnya.

Terkait berapa panjang ruas jalan yang akan diperbaiki pada tahun ini, Hari menyebut otoritas pihaknya dalam melakukan perbaikan hanya sebatas pembelian hot mix. Nantinya, bila ada perbaikan tambahan tergantung kondisi di lapangan.

"Kita beli untuk merapikan jalan. Itu tergantung dari kondisi di lapangan. Kita petakan sudah, tapi secara pastinya harus kita lihat lagi. Jadi kita lihat pada saat kita mau lakukan perbaikan kita mapping dulu. Jalanan ini yang sudah rusak, baru kita perbaikin. Jadi hitungannya, setelah kita kerjakan baru keliatan," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini