nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gerebek Pabrik Masker Ilegal di Jakarta, Pelaku Manfaatkan Merebaknya Virus Korona

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 15:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 28 338 2175629 polisi-gerebek-pabrik-masker-ilegal-di-jakarta-pelaku-manfaatkan-merebaknya-virus-korona-hz2JMVJMFE.jpg Penggerebekan pabrik masker ilegal. (Foto: Polda Metro Jaya)

JAKARTA - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah pabrik masker ilegal di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020). Keberadaan pabrik untuk mencari keuntungan dari isu korona (Covid-19) yang mewabah di berbagai negara.

"Berkaitan dengan terjangkitnya wabah virus korona di beberapa negara, disusul dengan kelangkaan alat kesehatan berupa masker, hingga akhirnya banyak pelaku usaha melakukan kegiatan memproduksi, mengedarkan, menyimpan alat kesehatan berupa masker tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Pengungkapan pabrik masker ilegal tersebut berawal dari laporan masyarakat, kemudian dikembangkan Unit 5 Subdit 2 Direktorat Narkoba PMJ.

(Foto: Polda Metro Jaya)

"Setelah mendapat informasi adanya pelaku usaha yang memproduksi masker ilegal, tim langsung bergerak," ujarnya.

Pada saat pengerebekan, polisi mengamankan 10 orang, yakni YRH sebagai penanggung jawab pabrik; EE sebagai penjaga Gudang; dua sopir S dan L; operator mesin D; dan para pekerja berisinial F, DK, SL, SF, dan ER.

"Dari hasil lidik Tim berhasil mengamankan 1.500 boks senilai Rp360 juta," ungkapnya.

Menurut salah satu pelaku, pabrik masker ilegal ini beroperasi sejak bulan Januari dan mempekerjakan enam orang.

(Foto: Polda Metro Jaya)

"Pabrik pembuatan masker beroperasi sejak bulan Januari 2020 dengan 6 orang karyawan, beroperasi sejak pukul 07.00 sampai 19.00 WIB, dengan hasil produksi rata-rata 17 kardus per hari, dalam satu kardus berisi 50 boks, dengan upah Rp120 ribu/hari," ujarnya.

Dalam sehari, pabrik masker ilegal itu marauk keuntungan sebesar Rp200 juta. "Guna pengusutan lebih lanjut tersangka. Barang bukti berupa masker ilegal sebanyak 600 dus atau 30 ribu masker diamankan di Direktorat Narkoba PMJ," ucapnya.

Adapun pasal yang akan dikenakan kepada para tersangka yakni Pasal 197 Sub. 196 UU No.36 th. 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 107 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan atau pidana denda maksimal Rp50 miliar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini