nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batan Akui Pegawainya Sembunyikan Zat Radioaktif, Serahkan Kasus Hukumnya ke Polri

Hambali, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 18:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 28 338 2175765 batan-akui-pegawainya-sembunyikan-zat-radioaktif-serahkan-kasus-hukumnya-ke-polri-mslFwloTjX.jpg Area Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), terpapar zat radioaktif. (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN – Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan, memberikan sikap terkait adanya pegawai aktif Batan yang menyembunyikan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Mulanya, Anhar mengulas, jika tak beberapa lama dari temuan zat bekas radioaktif di area kosong bagian depan Perumahan Batan Indah, tim kepolisian menemukan adanya paparan dari zat radioaktif di Blok A Nomor 22, RT20 RW04.

Rumah itu sejak lama ditempati pegawai aktif Batan berinisial SM beserta istri dan anaknya. Diduga besaran zat radioaktif yang disimpan di sana sudah melewati batas normal bagi manusia, yakni di atas 1 mili sievert atau sekira 2 ribu kali lipat dari batas normalnya 0,2 mikro sievert.

"Tidak lama dari temuan zat radioaktif di area kosong tersebut, tim dari kepolisian menemukan zat radioaktif di salah satu rumah warga perumahan Batan Indah," kata Anhar kepada wartawan di Puspiptek, Serpong, Tangsel, Jumat (28/2/2020).

Terkait hal itu, ungkap Anhar, Batan mengambil sikap, yakni mendukung penuh upaya pihak kepolisian mengusut tuntas kepemilikan dan penggunaan zat radioaktif secara ilegal. Menurut dia, memiliki, menggunakan, dan menyimpan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan.

"Warga yang kedapatan menyimpan zat radioaktif di perumahan Batan Indah memang benar saat ini yang bersangkutan masih aktif sebagai pegawai Batan. Penentuan status yang bersangkutan di mata hukum pihak Batan menunggu putusan dari kepolisian," tuturnya.

"Namun perlu diluruskan, Batan secara institusi tidak pernah mengizinkan pegawainya menyimpan atau memiliki zat radioaktif secara tidak sah untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

Paparan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). (Foto : Okezone.com/Hambali)

Ia menyebutkan, upaya clean up tetap berlangsung. Hingga hari ke-13 ini, proses clean up telah mengambil tanah maupun vegetasi yang diindikasikan terpapar zat radioaktif sebanyak 400 drum dan diserahkan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).

"Paparan juga telah menurun hingga 2 mikro sievert per jam. Berdasarkan hasil coring yang telah dilakukan selama 3 hari lalu, proses clean up hari ini akan dilanjutkan dengan mengeruk tanah sedalam 40 sentimeter (cm)," ucapnya.

Berdasarkan hasil analisis dari proses coring, tutur Anhar, setelah dikeruk sedalam 40 cm, diharapkan paparannya turun menjadi normal sehingga tinggal menunggu deklarasi status clean oleh Bapeten.


Baca Juga : Batan Tunggu Keterangan Polisi Terkait Dugaan Temuan Lagi Zat Radioaktif

"Setelah proses clean up selesai, proses selanjutnya adalah remediasi yaitu memulihkan kembali tanah dan tumbuhan seperti sedia kala," tuturnya.


Baca Juga : Clean Up Limbah Radioaktif Berlanjut, Tim Targetkan 12 Titik Penggalian

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini