Ini Faktor Penyebab Banjir Jakarta pada 23-24 Februari

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 29 Februari 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 338 2176053 ini-faktor-penyebab-banjir-jakarta-pada-23-24-februari-VnYvzdVuzC.jpg Banjir di Petamburan, Jakarta Pusat, awal Januari 2020 (Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Banjir (PUPR) telah mengkaji faktor banjir yang melanda DKI Jakarta dan beberapa wilayah penyangga di sekitarnya, Minggu hingga Senin 23-24 Februari 2020. Banjir tersebut didominasi oleh faktor kurang berfungsinya drainase saat hujan deras.

Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Widjaja mengatakan, untuk mengantisipasi banjir perlu adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan merutinkan kembali kegiatan kerja bakti, khususnya membersihkan drainase.

“Hal tersebut merujuk pada kajian lapangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada kejadian banjir beberapa waktu lalu,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Okezone, Sabtu (29/2/2020).Banjir

Banjir pada 23 Februari 2020, terjadi di 83 titik. Dari sejumlah titik tersebut, 85,54 persen atau 71 titik disebabkan karena drainase, sedangkan sisanya sistem sungai.

Pada 24 Februari 2020 lalu, banjir terjadi di 76 titik, dengan rincian karena drainase 65 persen atau 30 titik, sisanya sistem sungai.

Baca juga: Banjir Jakarta, 35 RW Terendam dan 2.393 Jiwa Mengungsi

"Menggiatkan kembali program kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan membersihkan drainase, selokan, saluran air dan sungai di sekitar kita, menghindari buang sampah ke sungai yang dapat menyumbat aliran air," ujar Wisnu.

BNPB mencatat banjir termasuk bencana paling banyak merenggut korban jiwa selama Januari-Februari 2020. Dalam dua bulan terakhir, ada 102 orang meninggal akibat banjir.

Total ada 652 bencana terjadi sepanjang 1 Januari hingga 27 Februari 2020, dengan korban jiwa 123 orang.

“Sejumlah korban jiwa tadi diakibatkan bencana hidrometeorologi yang persentasenya 99,85 persen, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Bencana ini masih mendominasi hingga pada bulan ini,” kata Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB.

Virus Korona

Sehubungan dengan wabah virus korona yang terjadi di banyak negara, BNPB mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menghindari terinfeksi virus apa pun, seperti influenza.

Upaya preventif sederhana dapat berupa mencuci tangan sesuai prosedur yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, atau penggunaan masker bagi mereka yang sehat atau pun yang sakit.

Masyarakat, khususnya mereka yang sedang sakit, diimbau untuk menghargai orang lain sehingga tidak terpapar virus.

Contohnya, apabila seseorang terpapar virus batuk atau bersin, dia harus menutup menutup mulut dengan tisu, sapu tangan atau pun dengan bahu sehingga orang di sekitar tidak terpapar virus yang terbang melalui medium udara atau pun cairan batuk atau droplets.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini