Cegah Penyebaran Virus Korona, Fraksi Demokrat Minta Anies Tunda Gelaran Formula E

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 29 Februari 2020 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 338 2176189 cegah-penyebaran-virus-korona-fraksi-demokrat-minta-anies-tunda-gelaran-formula-e-IgTTZqYH0c.JPG Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Mujiyono meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menunda perhelatan balapan mobil Formula E yang rencananya bakal digelar pada 6 Juni 2020 mendatang. Pasalnya, kini sedang marak wabah virus korona (Covid-19) di beberapa negara, seperti China, Jepang, Korea Selatan dan Iran.

Dirinya mengkhawatirkan bila ajang balapan mobil listrik itu tetap terlaksana, maka diprediksi akan sepi penonton. Sebab, beberapa wisatawan mancanegara yang niatnya akan hadir, diperkirakan bakal mengurungkan niatnya untuk datang ke Tanah Air karena takut terdampak virus asal negeri Tirai Bambu tersebut.

"Saya kira akan merugi, karena beberapa negara juga tidak akan mengutus atletnya untuk datang ke Indonesia akibat adanya virus korona ini. Wisatawan mancanegara pun begitu, akan berpikir dua kali datang ke Indonesia karena isu mewabahnya virus korona. Jadi, sebaiknya Formula E dibatalkan atau ditunda hingga virus korona ini mereda," kata Mujiyono kepada wartawan, Sabtu (29/2/2020).

Ia mengimbau PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E untuk menegosiasikan kembali soal waktu balapan. Dia meyakini, Formula E Organization (FEO) tidak akan memberikan penalti jika pembatalan itu dikoordinasikan sejak jauh-jauh hari.

"Kalaupun diadakan bulan Juni nanti, banyak juga negara-negara yang membatalkan mengirimkan tim karena ada travel warning. Cuma, kalau kita yang minta dibatalkan, kita harus bayar ganti rugi. Enggak apa-apa, daripada nanti mendapatkan kerugian lebih banyak," ujarnya.

Rute Formula E

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi virus Covid-19 di kawasan Jakarta. Regulasi tersebut ditandatangani oleh orang nomor satu di Ibu Kota itu pada Selasa 25 Februari 2020 lalu.

Anies menginstruksikan seluruh asisten sekretariat daerah, kepala dinas, wali kota, camat, lurah, direktur RSUD, dan kepala puskesmas di seluruh wilayah untuk menyebarkan informasi terkait pencegahan dan penularan dari wabah mematikan tersebut.

"Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan sosialisasi risiko penularan infeksi Covid-19 beserta pencegahan dan pengendaliannya ke masing-masing jajaran," tulis Anies dalam Ingub yang dikutip Okezone, hari ini.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini