2 WNI yang Positif Korona Awalnya Didiagnosis Sakit Bronkitis

Wahyu Muntinanto, Okezone · Senin 02 Maret 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 338 2176878 2-wni-yang-positif-korona-awalnya-didiagnosis-sakit-bronkitis-LWEBIMmUU4.jpg Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Foto: Okezone)

DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad membenarkan dua warganya positif terinfeksi virus korona.

Sebelum dirawat ke RSPI Suliati Saroso, Jakarta Utara dua korban yang merupakan warga kota Depok itu sempat di rawat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pada Jumat, 27 Februari lalu.

"Pada tanggal 27 Februari kemarin kami dapat info dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok ada pasien yang keluhkan flu, sesak nafas dan sebagainya," kata Idris saat Konfrensi Pers di Balaikota Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan bahwa saat itu, tim dokter RS Mitra Keluarga mendiagnosa keduanya sakit bronkitis dan dipulangkan pada Sabtu 29 Februari 2020. Kemudian kedua orang perempuan berusia 61 tahun dan putrinya 31 tahun di rawat ke RSPI Suliati Saroso, Jakarta Utara.

Baca Juga: 2 WNI Kena Korona, Menkes Pastikan Tak Ada Pembatasan Kegiatan Warga Depok

"Mereka diduga tertular dari seorang WN Jepang yang tinggal di Malaysia. WN Jepang tersebut ke Indonesia, khususnya ke Depok pada Sabtu, 14 Februari. WN Jepang itu tinggal di rumah kedua korban di Depok," lanjut Idris.

Diwartakan sebelumnya, Sebanyak 70 tenaga medis dari sebuah Rumah Sakit di Depok terpaksa dirumahkan. Keputusan tersebut diambil demi mencegah penyebaran virus korona atau COVID-19 di kawasan Depok.

Baca Juga: Menkes Klaim Kondisi 2 WNI yang Positif Korona Baik, Tak Sampai Sesak Nafas

Idris mengatakan, 70 orang tenaga medis tersebut dikhawatirkan terjangkit virus korona karena telah mendampingi pasien di rumah sakit.

"Jadi ada 70 (orang) itu bukan pasien. Tapi dikhawatirkan, karena yang 70 ini mendampingi pasien, makanya dirumahkan. Tenaga medis yang berinteraksi," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini