Cek Kontaminasi Cesium 137, Petugas Ambil Sampel Pohon di Batan Indah

Hambali, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 338 2177445 cek-kontaminasi-cesium-137-petugas-ambil-sampel-pohon-di-batan-indah-4Fhiq6dPPN.jpg Petugas Batan Ambil Sampel Pohon di Perumahan Batan Indah (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengambil sampel pada pepohonan yang tumbuh di area penemuan limbah radioaktif Cesium 137 di Taman Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pengambilan sampel tanah itu merupakan bagian dari proses Clean Up untuk membersihkan area terpapar zat radioaktif. Sampel tersebut akan diteliti guna mengetahui dampak kontaminasi limbah radioaktif di lokasi.

Kepala Bidang Radioekologi, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan, Untara, mengatakan, pengambilan sampel pepohonan ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat kontaminasi pepohonan yang tumbuh di atas area terpapar zat radioaktif.

"Untuk meneliti kontaminasi terhadap pepohonan, kita telah mengambil sampel berupa daun dan buah dari beberapa pohon di lahan yang terkontaminasi," jelas Untara, Selasa (3/3/2020).

Batan

Baca Juga: Pengawas Senior Bapeten Ungkap Kejanggalan Temuan Zat Radioaktif di Tangsel

Guna melengkapi data yang sudah ada serta untuk menentukan sejauh mana pohon-pohon tersebut terkontaminasi, Untara melanjutkan, perlu mengambil sampel berupa kulit pohon yang berjenis tanaman keras.

"Pengambilan sampel kulit pohon telah dilakukan di delapan jenis pohon yang mempunyai akar dengan jangkauan yang jauh," imbuhnya.

Adapun mekanisme analisis terhadap sampel pepohonan ini hampir sama perlakuannya dengan analisis terhadap tanah hasil Coring. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyiapan sampel. Pada prinsipnya, sampel diukur dengan perangkat spektrometer gamma untuk mengetahui kandungan Cesium-137.

"Kita butuh waktu untuk mendapatkan hasil dari analisis sampel yang ada. Kira-kira 3 hari kedepan hasilnya sudah ada dan dapat dilakukan tindakan selanjutnya," jelasnya.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara menambahkan, hasil analisis terhadap sampel pepohonan akan dijadikan rujukan untuk mengambil langkah selanjutnya. Apabila pepohonan tersebut dinyatakan terkontaminasi maka akan dilakukan penebangan dan mengirimkannya ke tempat penyimpanan limbah radioaktif di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).

"Setelah pengerukan tanah dan dilakukan pengukuran, menunjukkan hasil yang menggembirakan dimana hasil pengukuran untuk 1 meter di atas permukaan menunjukkan angka 0,7 hingga 1,1 mikrosievert per jam,” ujar Heru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini