Pemkot Tangerang Simulasi Tangani Pasien Suspect Virus Korona

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 05 Maret 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 338 2178582 pemkot-tangerang-simulasi-tangani-pasien-suspect-virus-korona-KM5JeCsWFC.jpg Pemkot Tangerang sosialisasikan penanganan pasien suspect virus korona. (Ist)

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyosialisasikan simulasi penanganan pasien suspect virus korona (Covid-19) dengan melibatkan 23 rumah sakit dan 36 puskesmas.

"Kita sudah kumpulkan rumah sakit di Kota Tangerang bersama dengan puskesmas, kita lakukan Table Top Exercise yang melibatkan 32 rumah sakit dan 36 puskesmas di Kota Tangerang," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi, pada Kamis (5/3/2020).

Liza menuturkan, Table Top Exercise merupakan simulasi penanganan terhadap pasien yang diindikasikan terjangkit virus korona. Penanganan pasien akan dimulai sejak warga memiliki gejala terjangkit Covid-19 dengan penanganan di IGD hingga dirujuk ke rumah sakit rujukan penanganan virus korona. Selain itu, seluruh petugas kesehatan yang bertugas akan dilengkapi alat pelindung diri (APD) sesuai SOP yang berlaku.

"Jadi lewat exercise itu, kita simulasikan penanganannya. Bila ada warga yang mempunyai gejala terjangkit virus korona mulai dari penanganan di IGD sampai nanti dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah sebagai rumah sakit rujukan penanganan virus korona," ujarnya.

Pemkot Tangerang sosialiasikan simulasi penanganan pasien suspect virus korona (ist)

Tak hanya itu, penanganan khusus akan dilakukan apabila pasien meninggal dunia. Seluruh proses akan dilakukan dengan mengikuti alur dan standar operasional yang berlaku, seperti pemakaian APD.

"Andai kata meninggal pun harus dilakukan treatment khusus untuk menghindari penyebaran virus. Yang memandikan jenazah harus menggunakan APD. Itu semua kita simulasikan," ucapnya.

Pemkot Tangerang sudah membentuk satgas khusus yang menangani kejadian luar biasa seperti wabah penyakit. Tim tersebut nantinya bergerak menangani penyebaran virus korona di Kota Tangerang.


Baca Juga : Waspada Korona, Wali Kota Semarang Tak Izinkan Kapal Pesiar Viking Sun Berlabuh

"Sebenarnya satgasnya sudah dibentuk lama dari tahun 2017, ketika ada kasus tertentu yang berpotensi menimbulkan outbreak atau KLB tim tersebut langsung bergerak," tuturnya.


Baca Juga : Cegah Korona, Warga Baru Tiba dari Luar Negeri Diimbau Tak ke Luar Rumah 14 Hari

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini