Polisi Tangkap Pembobol Rekening Menggunakan Model Virtual Account

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 338 2179486 polisi-tangkap-pembobol-rekening-menggunakan-model-virtual-account-MEnroD4Baq.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (foto: iNews.id)

JAKARTA - Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga orang tersangka pembobol rekening BCA dengan modus menggunakan virtual account.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan tiga orang yang berhasil diamankan pihaknya yaitu berinisial F, G, dan HB. Menurut pengakuan mereka sudah beraksi selama lima tahun belakangan.

Baca Juga: Begini Kronologi Pengrusakan Kantor Bupati Waropen Papua 

“Pengungkapan kasus pembobolan kartu kredit dengan virtual account yang dilakukan kelompok ini didasari dari laporan polisi yang masuk bulan Desember 2019 dan Januari 2020. Perlu saya sampaikan ini ada tiga tersangka,” tutur Nana di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/3/2020).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Kata Nana tiga tersangka itu berasal dari Palembang. Sejak beraksi dari tahun 2015 hingga saat ini dan berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta dari para korbannya.

Adapun modus mereka saat melancarkan aksinya menunggu momen saat Bank BCA sedang melakukan pembaruan sistem. Disitulah mereka melakukan transaksi dengan virtual account namun uang direkening para tersangka tidak berkurang.

"Modus mereka melakukan pemanfaatan sistem BCA yang maintenece dengan cara transaksi top up ke virtual account dengan m bangking dimana saldo tersangka enggak berkurang tapi melakukan virtual account berkali-kali oleh pelaku," ungkap Nana.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, tiga tersangka beraksi dengan cara membeli pulsa atau mengisi saldo OVO. Setelah mengisi saldo OVO, para tersangka mencairkan uang itu.

"Dia bobol BCA random misalnya mau isi OVO. Misal isi OVO Rp500 ribu di rekeningnya enggak hilang tapi yang hilang uang bank. Misal dia mau beli pulsa, dia top up pulsa terus dikali lipat terus," jelas Yusri.

Baca Juga: Bunuh Bocah, ABG di Jakpus Merasa Puas dan Tak Menyesal 

Menurut Yusri saat ini Polisi melakukan pengembangan. Diduga masih ada pelaku lain yang tergabung dalam sindikat tersebut. "Mereka ini jago-jago semua, mereka punya kaki tangan dan kita kejar," kata Yusri.

Atas perbuatannya, lanjut Yusri para tersangka dikenakan Pasal 30 junto Pasal 46 dan atau Pasal 35 junto Pasal 35 junto Pasal 51 UU RI No.19 Tahun 2016.

“Tersangka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas Yusri.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini