Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembobol ATM yang Nyamar Jadi WN Brunei

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 338 2181139 polisi-tangkap-4-pelaku-pembobol-atm-yang-nyamar-jadi-wn-brunei-0vBKG2uvw3.jpg Foto: Okezone.com

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap empat orang pelaku yang diduga sebagai sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang kerap beraksi di kawasan DKI Jakarta. Dalam melancarkan operasinya, mereka menyamar sebagai warga negara asing asal Brunei Darussalam.

Keempat pelaku berinsial, ARS (26), DN (56), MR (33), H (19) itu, menggunakan modus dengan ajakan berbisnis jual-beli handphone. Sementara, satu tersangka berinisial M masih buron atau berhasil melarikan diri dari kejaran polisi.

"Modusnya dengan menawarkan berbisnis HP, otaknya M, ngaku orang Brunei Darussalam, tapi ternyata bukan orang Brunei," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dikantornya, Selasa (10/3/2020).

Yusri menuturkan, perkara ini bermula ketika, bulan Januari 2020 yang menyasar korban berinsial AR. Saat itu, tersangka M mengajak korban untuk mengajak berbisnis ponsel genggam.

Tersangka mulai meyakinkan korban dengan cara yang meyakinkan untuk bisnis ponsel genggam. Setelah dirayu, akhirnya korban sepakat seusai diiming-imingi keuntungan 15 persen dari penjualan ponsel genggam.

Yusri menyebut, tersangka M meminta korban untuk mengecek uang yang ada di rekening miliknya. Selanjutnya, tersangka M mengintip PIN ATM yang korban.

"Dicek sama-sama berapa isinya agar tahu kondisi awal berapa isi di rekening masing-masing, yang ada di AR korban sekitar Rp 1,14 M lebih, si pelaku DN ada Rp99 juta, tapi ketika AR cek saldo mereka intip PIN korban," papar Yusri.

Kemudian, tersangka M mengajak korban ke sebuah tempat. Pada saat itulah, tersangka M menukar kartu ATM korban dengan ATM miliknya.

"Di dalam mobil, korban beri ATM ke M, saat itulah ATM AR ditukar oleh mereka di kendaraan itu, ATM itu ditukar dengan bentuk yang sama tapi kode PIN sudah diketahui," ujar Yusri.

Oleh tersangka M, yang dalam kartu ATM korban dikuras hingga habis. Uang tersebut kemudian pada tersangka lainnya melalui 24 rekening yang ada.

"Sistem pembagiannya Rp 1,14 miliar, mereka bagi bagi habis ada yang Rp 8 juta, ada Rp 230 juta, yang tua (DN) ini pelaku utama Rp 260 juta, yang satunya Rp 67 juta," ucap Yusri.

Polisi awalnya menciduk tersangka MR dan H di Apartemen Green Hills, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 5 Februari 2020. Dari keterangan MR dan H, polisi kemudian meringkus DN di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada 6 Februari 2020. Selanjutnya, polisi menangkap mengamankan A di Pinrang, Sulawesi Selatan.

"Sekarang masih kita kejar otak utama M dan IL. Mereka tetanggaan semua krang Sidrap," tutur Yusri.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 363 dan Pasal transaksi elektronik UU Nomor 11 Pasal 30 Ayat 3 dan Pasal TPPU. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini