RSU Tangsel Tangani 87 Pasien DBD, Terbanyak dari Pamulang

Hambali, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 338 2181340 rsu-tangsel-tangani-87-pasien-dbd-terbanyak-dari-pamulang-4YWhcQhAKP.jpg Ilustrasi

TANGERANG SELATAN - Sejak Januari 2020 lalu hingga hari ini, Selasa (10/3/2020) tercatat total sudah ada 87 pasien positif Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Jumlah 87 pasien itu tercatat hanya mereka yang datang berobat langsung ke RSU, ataupun rujukan dari Puskesmas asal. Artinya, belum termasuk pasien DBD yang menjalani rawat inap pada Puskesmas lain di Tangsel.

Meski sebagian dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang, namun lonjakan pasien DBD yang datang ke RSU tetap tinggi. Disebutkan, tahun ini kondisinya lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun 2019 lalu.

Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, menerangkan, ada peningkatan penderita DBD pada tahun ini. Hal itu salah satunya disebabkan cuaca musim penghujan yang masih terjadi dibanyak wilayah.

"Iya (meningkat), kondisi lingkungan. Ini yang sekali lagi saya sampaikan kepada masyarakat pasca banjir lalu, kita harus mewaspadai penyakit yang ditimbulkan oleh binatang termasuk nyamuk. Antara lain adalah DBD," katanya kepada Okezone di RSU Tangsel, Pamulang.

Dari 87 pasien itu, sebagian besar berasal dari Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Ciputat. Pada bulan Januari pasien DBD dari Ciputat berjumlah 11 orang. Kemudian di Pamulang ada 7 pasien, dan Kecamatan lain ada 2, 3 dan 1 pasien.

Berikutnya pada Bulan Februari, pasien dari wilayah Pamulang 17 jiwa, Ciputat 9 orang. Lalu pada Bulan maret ini, pasien dari Pamulang ada 5 orang, dari Kecamatan Serpong ada 4 pasien.

"Dari Pamulang paling banyak. Ini yang dirawat di RSU saja. Di Puskesmas sifatnya dirujuk langsung ke sini," ungkapnya.

Okezone coba mengecek pasien DBD yang menjalani perawatan inap di Puskesmas Pamulang. Di sana, didapati seorang pasien yang positif terkena DBD atas nama Dafa Fatarsyah (15). Siswa kelas 3 SMP itu sudah sejak 3 hari lalu terbaring lemah di kamar rawat inap Puskesmas Pamulang.

Nampak kedua orang tuanya, Mulyadi (45) dan Hikmah (45) setia mendampingi di kamar rawat inap. Mereka terpaksa dirujuk ke Puskesmas Pamulang, lantaran Puskesmas sekitar tempat tinggalnya di Pondok Cabe Udik sudah penuh dan tak mampu menampung pasien baru.

"Kita nggak dapat kamar di Puskesmas sana, katanya penuh juga. Jadi dirujuk ke Puskes Pamulang," ucap Mulyadi, ayah pasien DBD

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini