Kasus DBD di Kabupaten Bekasi Tertinggi di 3 Kecamatan

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 338 2182625 kasus-dbd-di-kabupaten-bekasi-tertinggi-di-3-kecamatan-VOuKrgdd9M.jpg Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Foto: Shutterstock)

BEKASI – Ada sekira 51 warga Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, terserang demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun 2020. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, jumlah tersebut paling tinggi di tiga kecamatan.

Untuk data kasus DBD tertinggi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2020 terdapat di Kecamatan Setu, Tarumajaya, dan Cibarusah.

"Sebenarnya sebaran kasus DBD merata di setiap kecamatan. Namun jika dilihat kasus DBD tertinggi ada di tiga kecamatan yaitu Setu, Tarumajaya, dan Cibarusah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny ketika dikonfirmasi, Jumat (13/3/2020).

Rata-rata warga yang terserang DBD di Kabupaten Bekasi dari usia muda hingga tua. "Kasus DBD juga banyak terjadi pada usia rata-rata 12–44 tahun," ungkapnya.

Meski begitu, dia menyatakan bersyukur karena bisa menekan angka DBD di wilayahnya hingga menjadi 51 kasus. Pada Januari 2020 tercatat ada 30 kasus DBD, sedangkan Februari 21 kasus.

"Alhamdulillah terjadi penurunan kasus dari tahun yang lalu di bulan yang sama, yaitu di Januari 2019 awalnya 85 kasus, sekarang menurun menjadi 30 kasus. Di Februari 2019 sebanyak 152 kasus, dan berhasil menurun menjadi 21 kasus," paparnya.

Guna menekan angka penyebaran kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah melakukan upaya-upaya penanggulangan. Salah satunya yakni pembentukan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) atau G1R1J.

"Kita juga gencar melakukan penyuluhan di setiap puskesmas dalam rangka penyebaran informasi terkait gertak pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kemudian gerakan 3M Plus (menguras, menutup, memantau, dan menimbun)," jelasnya. (han)

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini