Dua Pemuda di Jakbar Diamankan Usai Pesan Ratusan Peluru Tanpa Mesiu

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 338 2182783 dua-pemuda-di-jakbar-diamankan-usai-pesan-ratusan-peluru-tanpa-mesiu-DzUH44WnKw.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Dua orang pemuda anak punk berinisial YS (25) dan RI (36) harus diamankan pihak Kepolisian usai diduga memiliki ratusan peluru tanpa mesiu.

“Kita amankan dua pelaku tersebut untuk dimintai keterangan," ujar Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Dia mengatakan, dari tangan keduanya petugas turut mengamankan barang bukti berupa 126 buah selongsong dengan anak peluru Kaliber 7,62 mm (tanpa isian mesiu) dan 65 buah selongsong peluru kaliber 7,62 mm tanpa anak peluru.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin menjelaskan awal mula mengamankan kedua pemuda. Dimana pihaknya mendapatkan informasi usai seorang pelaku berinisial YS memesan membeli ikat pinggang melalui media sosial.

Baca Juga: Pria Misterius Pikul Karung Berisi 529 Butir Peluru ke Pos TNI

“Dalam pesanannya, YS memberikan alamat tujuan pengiriman paket ke tempat kerja isterinya di rumah konveksi yang ada di Jalan Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat,” beber Suparmin.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota, ternyata benar salah seorang karyawan konveksi di Jembatan Besi menerima paket yang dialamatkan kepada temannya bernama RI yang berisi 126 buah selongsong dengan anak peluru Kaliber 7,62 mm (tanpa isian mesiu), serta 65 selongsong peluru kaliber 7,62 mm tanpa anak peluru yang sudah terpasang pada ikat pinggang warna hitam," imbuh Suparmin.

Kata Suparmin, Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan pelaku dan tidak ditemukan benda-benda berbahaya. Kemudian guna kebutuhan penyelidikan, Polisi mengamankan dua orang YS dan RI ke Mapolsek Tambora untuk dimintai keterangannya.

"Kami masih memintai keterangan terkait kepemilikan tersebut apakah ada kaitannya dengan jaringan peredaran senjata api dan peluru, serta jaringan pelaku kekerasan maupun teror. Untuk keduanya juga kita lakukan tes urine dengan hasil YS positif sedangkan RI negatif," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini