Corona Kian Mengganas, PKS Desak Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI Diundur

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 338 2185738 corona-kian-mengganas-pks-desak-rapat-paripurna-pemilihan-wagub-dki-diundur-V1f0f8hQKd.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mendesak agenda rapat paripurna pemilihan wakil gubernur (wagub) diundur. Hal itu dikarenakan saat ini serangan virus corona (Covid-19) kian mengganas di beberapa wilayah Ibu Kota.

Seperti diketahui, panitia pemilihan (Panlih) Wagub DKI telah memutuskan, yakni rapat paripurna untuk menentukan calon pendamping Gubernur Anies Rasyid Baswedan akan digelar pada 23 Maret 2020 mendatang.

"Korban wabah corona di Jakarta semakin bertambah bahkan di DPRD pun sudah ada yang jadi suspect," kata Suhaimi kepada wartawan, Kamis (18/3/2020).

Menurut dia, aspek keselamatan jiwa lebih penting bila hanya dibandingkan dengan sekadar mencari calon pengganti Sandiaga Salahuddin Uno tersebut.

"Kalau dipaksakan dengan mengabaikan keselamatan jiwa, mengabaikan arahan para ahli kesehatan, mengabaikan arahan pemerintahan, maka terlalu mahal harganya wakil gubernur," sebut dia.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menyebut dirinya memiliki tanggungjawab untuk memastikan keselamatan 106 anggota parlemen Kebon Sirih. Sebab, bila tetap dipaksakan dikhawatirkan usai rapat paripurna nanti ada anggota yang mengidap penyakit asal Wuhan, Provinsi Hubei, China tersebut.

"Atau menyiapkan cara dengan memanfaatkan teknologi sehingga aman dan tetap terlaksana dengan baik sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku," tandasnya.

Sebanyak 160 warga DKI Jakarta terinfeksi positif virus corona (Covid-19), setelah sebelumya tercatat hanya 125 orang. Hal itu diketahui berdasarkan data dari situs corona.jakarta.go.id‬, data per Rabu 18 Maret 2020 pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah 160 pasien itu yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 90 pasien, 15 meninggal, 42 menjalani isolasi sendiri dan 13 lainnya sudah dinyatakan sembuh. Dalam informasi yang ada di laman itu juga terhitung sebanyak 357 warga masih menunggu hasil laboratorium.

Penyebaran orang positif penyakit itu ada 118 titik kelurahan yang telah diketahui, namun untuk sisanya, yakni 42 kasus positif lainnya masih belum diketahui titik kelurahannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini