nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cemburu Buta, Pengamen Wanita Tega Aniaya Remaja Putri Hingga Tewas

Wisnu Yusep, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 18:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 20 338 2186581 cemburu-buta-pengamen-wanita-tega-aniaya-remaja-putri-hingga-tewas-rt7zaZrdyU.jpg Ilustrasi

BEKASI - Cemburu buta, tiga orang pengamen perempuan tega menganiaya remaja putri bernama Delah Kartika (17) hingga tewas.

Peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas terjadi di Jembatan Lampu Merah Rawa Semur, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur pada Selasa 4 Februari 2020 sekitar pukul 15.30 WIB.

Atas peristiwa penganiayaan itu, korban pun mendapatkan perawatan cukup serius di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

"Namun demikian korban dinyatakan meninggal pada 15 Februari 2020," kata Kapolsek Bekasi Timur Komisaris Polisi Sutoyo kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Adapun motif pelaku mengeroyok karena korban diketahui sempat jalan dengan kekasih salah satu tersangka bernama Nur. "Motifnya karena cemburu, tersangka Endah memberitahu bahwa pacar tersangka Nur jalan dengan korban," ujarnya.

Nur yang diberitahu oleh Endah naik pitam, yang kemudian mengajak Herlina dan Endah untuk menemui korban di tempat kejadian perkara. Di sana, korban langsung dianiaya menggunakan batu dan balok kayu.

"Pelaku mulanya memukul dengan tangan, tapi korban melawan, begitu korban melawan pelaku langsung mengambil kayu dan batu sehingga dipukul ke korban," bebernya.

Akibat kejadian itu, korban juga sehari-hari hidup sebagai pengamen juga mengalami luka serius pada bagian kepala hingga dada akibat pukulan balok dan batu.

Atas kejadian itu, pihaknya langsung mengejar pelaku dan menangkap dua pelaku. Dua diantaranya yakni, Nur (19) dan Herlina (23). "Satu tersangka sampai sekarang masih buron atas nama Endah," kata dia.

Kedua tersangka kata Sutoyo, ditangkap di salah satu warnet di daerah Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu 15 Maret 2020.

"Tersangka ini semuanya sempat buron karena korbannya masuk rumah sakit, mereka hidup di jalan aja muter. Kita bahkan sempat kejar sampai ke Karawang," ungkap Sutoyo.

Sutoyo mengaku, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan guna menangkap satu pelaku yang masih buron. Sementara Nur dan Herlina kini mendekam di tahanan Polsek Bekasi Timur.

Mereka dijerat pasal berlapis tentang penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukukam pidana masing 15 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini