nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Warga Depok Positif Corona dan 36 Pasien Dalam Pengawasan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 21 Maret 2020 11:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 21 338 2186818 10-warga-depok-positif-corona-dan-36-pasien-dalam-pengawasan-jT16kOMSh0.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

DEPOK – Pandemi virus corona berkembang semakin masif di Kota Depok, Jawa Barat. Saat ini terdata sebanyak 10 warga Depok positif virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, dari 10 pasien, sebanyak 4 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

"Kota Depok sudah mencapai 10 kasus dari sebelumnya 9 kasus dan pasien yang sembuh 4 orang," kata Dadang daat dihubungi wartawan, Sabtu (21/3/2020).

Selain itu, pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dari 26 menjadi 36 kasus, dengan 4 orang dinyatakan negatif. Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) terdapat 297 kasus dan 134 orang dinyatakan selesai.

"Bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Depok, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa panik," ucapnya.

Ilustrasi (Shutterstock)

Pada masa percepatan penanganan pademi virus corona, sambung Dadang, masyarakat diminta tidak beraktivitas di luar rumah dan menjaga jarak aman antarsesama orang.

"Manfaatkan teknologi yang ada untuk mendukung aktivitas bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan kita beribadah dari rumah," tuturnya.

Sebelumnya, guna percepatan penanganan pandemi virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota Depok melarang kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Kebijakan ini dikeluarkan sejak 20 Maret hingga 4 April 2020.


Baca Juga : Update Kasus Corona di Tangsel : 4 Positif, 99 ODP, dan 43 PDP

Keputusan tersebut disepakati bersama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota (Forkominko) Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pimpinan agama lainnya di Kota Depok.


Baca Juga : Penggunaan Transjakarta, MRT dan LRT Dibatasi Cegah Penyebaran Virus Corona

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini