Dokter Asal Bogor Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 22 Maret 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 22 338 2187393 dokter-asal-bogor-meninggal-dunia-akibat-virus-corona-MayWZF2DMk.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BOGOR - Seorang dokter berinisial DJ, asal Kota Bogor dikabarkan meninggal dunia setelah positif terpapar virus corona atau Covid-19. Dokter bedah tersebut meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, dr Zainal Arifin membenarkan informasi tersebut. Korban meninggal dunia pada Sabtu 21 Maret 2020.

"Iya benar, Beliau merupakan spesialis bedah, meninggal dan memang Beliau positif Covid-19. Beliau pengurus IDI jadi saya kenal persis Beliau. Beliau sempat dirawat di RS BMC Mayapada Hospital Bogor beberapa hari, akhirnya dirujuk ke RSPAD dan meninggal dunia pukul 11.30 WIB Sabtu kemarin," kata Zainal saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

Atas kejadian itu, Zainal mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait virus corona, terlebih bagi tenaga medis.

Infografis Okezone.

"Sampaikan dengan jujur, agar tidak mempersulit tenaga medis, walaupun sebenarnya teman-teman dokter juga sudah mulai bersikap dengan kewaspadaan umum, mau ada atau tidak, alat pencegahan, alat pelindung diri itu sudah mulai dilakukan sesuai dengan protap. Jadi ini merupakan kewaspadaan kita bersama," ungkapnya.

Baca juga: Tak Semua Warga Kota Bekasi Ikut Rapid Test Virus Corona di Stadion Patriot

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim juga membenarkan kabar duka ini. Ia menilai almarhum sangat berjasa di bidang kesehatan di Kota Bogor.

"Mengenai dokter, saya tidak bahas di sini. Beliau jasanya cukup banyak untuk Kota Bogor, bidang kemanusian, kesehatan, pengabdiannya luar biasa. Kita tidak ingin melukai hati keluarga yang sekarang sedang berduka," kata Dedie, dalam video conference.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebut total pasien positif virus corona hingga kini 7 orang. Salah satu di antaranya meninggal dunia.

Kemudian, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Bogor tercatat sebanyak 205 orang. Dari jumlah tersebut 30 orang sudah dinyatakan selesai atau sembuh dan 175 orang masih dipantau Dinkes.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 8 orang. Satu orang sudah dinyatakan sembuh, dan sisanya 7 orang masih dalam pengawasan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini