nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok, Kota Depok Berencana Gelar Rapid Test Covid-19

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 21:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 338 2188981 besok-kota-depok-berencana-gelar-rapid-test-covid-19-OGKYCyBc2J.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana akan menggelar rapid test (uji cepat) massal Covid-19 di Rumah Sakit, dan Puskesmas yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan pihaknya sudah menerima sebanyak 2.400 alat rapid test dari pemerintah pusat. Terkait rencana kapan rapid test dilakukan, ia mengaku esok hari. Namun pihaknya belum menemukan formula yang tepat tekhnis pelaksanaan rapid test tersebut.

"Rencananya esok akan dilaksanakan rapid test massal Covid-19 setelah hari ini kami terima 2400 alat rapid test. Tapi bagaimana teknisnya, ini yang sekarang masih mau dibahas," kata Novarita saat dihubungi wartawan, Rabu (25/3/2020).

Dia menyebutkan, rapid test Covid-19 di prioritaskan bagi PDP dan ODP atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19 serta petugas medis yang melakukan pemeriksaan rapid test.

"Pokoknya rapid test Covid-19 untuk orang-orang yang terindikasi. Jadi enggak ada orang yang datang-datang minta rapid test. Kalau enggak ada keterkaitan sama Covid-19, tidak dikasih," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membatalkan rapid test masal Covid-19 yang sedianya akan digelar di alun-alun Kota Depok. Pembatalan tersebut dikarenakan menimbulkan kerumunan orang disuatu tempat, sehingga dikhawatirkan akan mempercepat penularan virus corona.

Maka dari itu, Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad memutuskan agar rapid test digelar di seluruh puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Depok.

"Kami sampaikan beberapa perubahan kebijakan terutama perubahan tempat rapid tes bagi ODP. Semula yang akan dilaksanakan di alun-alun, dibatalkan dan berubah pelaksanaannya di seluruh puskesmas di Kota Depok," kata Idris dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Rabu (25/3/2020).

Dia menyebutkan rapid test di prioritaskan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19, serta petugas medis yang melakukan pemeriksaan rapid test.

"Rumah sakit yaitu rumah sakit yang merawat PDP dan juga tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap saat kontak erat dengan pasien positif," imbuhnya

"Puskesmas-puskesmas. Untuk seluruh ODP dan pasien yang datang ke puskesmas yang memiliki indikasi mirip Covid-19 serta tenaga- tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD lengkap saat kontak erat dengan pasien positif," sambung Idris.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini