nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

200 Tenaga Medis di Kabupaten Bekasi Dilibatkan dalam Rapid Test

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 11:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 26 338 2189182 200-tenaga-medis-di-kabupaten-bekasi-dilibatkan-dalam-rapid-test-R7iUYPxA1f.png Rapid test corona di Bekasi. (Foto: Wisnu Yusep/Okezone)

BEKASI – Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan pihaknya akan mengerahkan sekira 200 tenaga medis dalam pelayanan door to door rapid test menangkal penyebaran corona virus disease.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan rapid test khusus kepada orang yang masuk kategori A seperti ODP, PDP, dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit yang menangani Covid-19.

"Rapid test kepada tenaga medis juga dilakukan sosialisasikan kepada petugas puskesmas tentang cara dan teknis penggunaan rapid test ini," kata dia kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Setelah melakukan rapid test pada hari ini, pihaknya juga akan kembali menggelarnya untuk tahap kedua pada 27 Maret atau setelah pelaksanaan rapid tes tahap pertama selesai.

Dia mengatakan, pelaksanaan tes tahap kedua diperuntukkan bagi kategori B. Tahap kedua ini dengan sistem drive thru.

"Pesertanya di tahap pertama kan kategori A. Nah, tahap kedua ini kita tes kategori B," papar dia.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Ia melanjutkan, sementara kategori B adalah pejabat pemerintah, polres, kodim yang berinteraksi dengan banyak warga. Kategori B termasuk bagi warga yang memiliki gejala.

Dalam menekan penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah melakukan berbagai upaya, salah satunya menyemprotkan desinfektan ke jalan-jalan utama.

Pemkab Bekasi juga sudah menerima sebanyak 1.000 alat rapid test yang diberikan pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Rabu 25 Maret.

Alat rapid test berupa test pack di mana pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah kapiler, lalu diteteskan ke alat tersebut.

Pelaksanaan rapid test ini diharapkan dapat mengetahui peta penyebaran sehingga bisa menekan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini