nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Walkot Bekasi Sulit Larang Warga Tetap Kerja di Jakarta saat Corona Merebak

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 18:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 338 2189497 walkot-bekasi-kesulitan-larang-warganya-yang-tetap-kerja-di-jakarta-di-tengah-corona-iTlrXJZRir.jpg Walkot Bekasi, Rahmat Effendi. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku masih kesulitan melarang warganya yang beraktifitas di Jakarta, untuk tetap tinggal di ruma, di tengah merebaknya virus corona (Covid-19).

Pasalnya, masih banyak perusahaan di Jakarta yang belum menerapkan bekerja dari rumah, seiring dengan merebaknya virus menular itu.

“Ya enggak bisa (berbuat apa-apa) karena kita sudah imbau, sudah kita koar-koar, sudah edaran (untuk tetap di rumah)," kata pria yang biasa disapa Pepen itu kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Pepen mengaku pihaknya tak bisa mengambil langkah lain, karena hal itu berkaitan dengan mata pencarian warganya.

"Tapi kan kita enggak bisa menjamin mereka yang kerja di Jakarta kalau disetop semua, karena epicentrummya luar biasa," ucap Pepen.

Infografis Okezone

Pepen berharap penerapan kerja di rumah dilakukan semua perusahaan. Pemilik usaha diminta ikut memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Ya harapannya mereka (pekerja) bisa kerjakan di rumah. Kita minta isolasi, yang paling baik itu," harapnya.

Baca juga: Kabar Bali Lockdown 4 Hari Dipastikan Hoaks!

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bekasi telah mengimbau agar seluruh kegiatan perkantoran di wilayahnya ditutup sementara waktu.

Imbauan itu dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Bekasi, tentang penghentian sementara kegiatan perkantoran perusahaan atau usaha dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Terlebih lagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memberikan imbauan agar seluruh pelaku usaha dan perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, mulai Senin lalu.

Hal ini tertuang dalam seruan Gubernur Nomor 6 tahun 2020. Bagi perusahaan yang tidak dapat menerapkan aturan WFH, Anies meminta mereka untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja dan waktu operasional pekerjaan.

Anies berharap seluruh pelaku usaha dan perkantoran di Jakarta mematuhi seruan tersebut, guna menekan penyebaran virus corona. 

Tetapi faktanya, masih banyak pekerja yang harus tetap bekerja di kantor. Mereka khawatir tertular virus corona saat beraktifitas di luar rumah.

Data terakhir yang disampaikan pemerintah, sebanyak 893 orang positif terinfeksi corona. Sebanyak 78 orang di antaranya meninggal dan 35 orang sembuh.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini