nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berjibaku di Tengah Merebaknya Covid-19 agar Dapur Tetap "Ngebul"

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 31 Maret 2020 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 31 338 2191906 berjibaku-di-tengah-merebaknya-covid-19-agar-dapur-tetap-ngebul-DhDs6IooNZ.jpg Illustrasi Driver Online (foto: Reuters)

BEKASI - Semenjak virus corona atau Covid-19 merebak ke suluruh wilayah di Indonesia berdampak kepada ekonomi masyarakat, khususnya di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Banyak dari warga mengeluhkan pendapatan mereka, terutama dalam mencukupi dapur agar tetap ngebul. Seperti halnya yang dirasakan driver online (DO) bernama Eko Aryanto Saputra (36).

Semenjak virus corona merebak, pendapatan dia selama mengemudi turun drastis. Yang semula biasa menarik sampai 16 trip, kini untuk mendapatkan 4 orderan pun susah. Demi mencukupi kebutuhan anak dan istrinya, dia pun harus berjibaku dengan hilir mudiknya informasi mengenai peningkatan penyebaran virus corona.

"Sebenernya takut juga kena virus corana ini. Tapi gimana keluarga di rumah juga perlu makan. Order dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam hanya 2-4 yang masuk," kata warga Perumahan Masnaga Galaxy Bekasi Barat itu kepada Okezone, Selasa (31/3/2020).

 Korban Covid-19

Dengan kondisi seperti ini, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap, kepada Pemerintah Pusat agar memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak akibat virus menular ini. Sekalipun, dirinya tetap berusaha menarik lebih awal.

"Pas muncul corona saya online 2 jam lebih pagi dan hasilnya hanya 2 - 4 orderan yang saya dapet," kata dia.

Penghasilannya yang hanya dapat 2 sampai 4 trip itu, kata dia, harus dibagi dua untuk beli bahan bakar dan kebutuhan dapur agar tetap bisa ngebul.

"Bahan bakar yang saya beli untuk kerja besok lagi," kata dia.

Belum lagi, kata dia, dirinya harus dikejar-kejar pihak leasing yang masih saja menagih. Padahal, bagi para pelaku ojek, sopir taksi, maupun nelayan yang saat ini memiliki cicilan kredit, diputuskan bahwa pembayaran bunga atau angsuran akan diberikan kelonggaran selama 1 tahun ke depan.

Kelonggaran kredit ini diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 yang berlaku sejak 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021. Meski ada kelonggaran, ojol dan DO tak merasakan betul apa yang disampaikan oleh pemerintah.

"Padahal kita lagi ada masalah covid-19 ini, yang berdampak kepada sepi penumpang, rasanya gimana gitu," kata dia.

Dia mengaku saat ini tengah bingung. Pasalnya kebijakan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi mengenai dapat kelonggaran tidak dijalankan oleh pihak leasing.

"Saya bingung apakah pihak leasing atau memang pihak leasing yang sengaja cuek dengan statment yang disampaikan presiden," kata dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini